BERBAGI
Foto : Ilustrasi

YOGYAKARTA, Warta Nasional — Plt Ketua Pengurus Besar PGRI Unifah Rosyidi menyatakan Uji Kompetensi Guru (UKG) tidak dibutuhkan karena sulit mengukur korelasi antara hasil UKG dengan profesionalitas guru.

“Menampung apa yang dirasakan oleh sebagian guru setelah mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG),  UKG tidak dibutuhkan oleh guru, karena tidak berpengaruh apa pun untuk meningkatkan profesionalitas dan kinerja di sekolah,” kata Unifah di Yogyakarta, Sabtu (25/2).

Unifah menyatakan, dari hasil lapangan ada guru yang hasil UKG baik tapi mengajarnya tidak profesional, banyak siswa yang mengeluh. Akan tetapi di sisi lain ada guru hasil UKG-nya biasa – biasa saja tetapi mengajarnya bagus, siswa tertarik dan senang.

“Ada dua pijakan yang berbeda dalam melihat UKG, pertama anggapan UKG tidak penting berangkat dari realitas yang ada di lapangan (sekolahan) sebelum dan setelah UKG tidak ada perubahan yang signifikan dari cara mengajar guru. Kedua bagi yang menganggap UKG penting berangkat dari idealitas bahwa pemetaan penting untuk peningkatan kualitas guru,” ujarnya.

Unifah menjelaskan, untuk mengetahui bagaimana memahami Uji Kompetensi Guru ini yaitu dengan dua cara pertama dengan Kemampuan Guru, UKG dilaksanakan dengan menguji kompetensi profesional dan paedagogik, dengan cara mengerjakan soal – soal pilihan ganda secara online.

“Kompetensi profesional yang diujikan adalah kemampuan guru dalam memahami materi – materi keilmuan yang diajarkan. Sedangkan kompetensi paedagogik yang diujikan adalah pengetahuan tentang teori pembelajaran, metode mengajar, karakteristik siswa dan lain – lain. Titik tekan UKG adalah ujian yang hanya mengukur tingkat kemampuan kognitif (pengetahuan) guru, tidak mengukur baik atau buruk guru mengajar di dalam kelas,” tuturnya.

Cara yang kedua adalah Langkah Pasca UKG, Guru yang sudah mengetahui hasil UKG-nya diharapkan meningkatkan nilai rapor yang merah dengan cara belajar kembali, membaca dan mengikuti berbagai kegiatan ilmiah yang dapat meningkatkan kemampuan.

“Tentu seluruh masyarakat sangat berharap pengetahuan guru – guru di seluruh Indonesia meningkat. Dan keluaran dari diskusi ini adalah meningkatnya kompetensi anak – anak bangsa yang akan meningkatkan daya saing bangsa Indonesia,” pungkasnya.(WN-025)