BERBAGI
Foto : Ilustrasi

SUMATERA BARAT, Warta Nasional — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Muhadjir Effendy mengatakan pemerintah akan memulai menerapkan sistem zonasi dalam penerimaan murid baru mulai tahun ajaran 2017/2018.

“Nanti kita akan menggunakan sistem zonasi atau sekolah pakai zona. Maka tidak boleh ada siswa di dalam zona itu yang tidak diterima, apapun alasannya. Apalagi pakai tes,” kata Mendikbud, Muhadjir Effendy di Sumatera Barat, Senin (24/4).

Ia mengatakan, hal itu untuk mangatasi pelajar untuk berburu masuk ke sekolah-sekolah favorit yang jauh dari tempat dia berdomisili atau keluar dari daerahnya.

“Semua sekolah sekarang harus jadi favorit. Dengan cara zonasi itu dapat mengatasi timbulnya sekolah favorit,” tuturnya.

Mendikbud menjelaskan, sebelumnya, penerimaan murid baru di sekolah-sekolah negeri menggunakan nilai tertinggi yang berasal dari nilai evaluasi belajar murni (NEM). Akibatnya, banyak muncul sekolah-sekolah favorit yang berdampak negatif pada beberapa hal.

“Banyak para murid yang berlomba untuk masuk sekolah favorit sehingga banyak sekolah yang kurang favorit jadi kekurangan murid,” ujarnya.

Untuk itu, pemerintah akan merubah sistem penerimaan siswa baru yang menggunakan NEM atau grade menjadi berdasarkan zonasi, kata Mendikbud, sehingga semua sekolah baik negeri maupun swasta wajib untuk menerima murid-murid baru yang masuk dalam radius zonasinya.

“Dalam menerapkan sistem zonasi ini, peran Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), mulai dari SD hingga SMA sangat dibutuhkan karena ini akan menetapkan kuota masing-masing sekolah di zonanya,” ungkapnya.

Sementara itu, Salah seorang orang tua murid di Kabupaten Limapuluh Kota, Nailul Amri menyambut baik sistem zonasi dalam penerimaan siswa baru tersebut. Selain membeda-bedakan sekolah pola penerimaan siswa baru seperti tahun sebelumnya juga rawan terjadi pungli sebab orang tua mau membayar berapapun asal anaknya dapat masuk sekolah favorit.

“Solusinya cukup bagus, tinggal lagi bagaimana penerapannya di lapangan nantinya,” pungkasnya. (WN-025)