BERBAGI
Foto: Ilustrasi

KUPANG, Warta Nasional — Dinas Kesehatan kota Kupang melakukan zero survei HIV/Aids untuk mengetahui perkembangan penyakit yang menyerang kekebalan tubuh manusia itu di kalangan Aparatir Sipil Negara (ASN) lingkup pemerintah setempat.

“Aksinya sudah dilakukan pada puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei lalu dan hasilnya sedang dianalisis,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Kupang, Sri Wahyuningsih di Kupang, Kamis (4/5).

Ia mengatakan, zero survei tersebut selain untuk mengetahui perkembangan penyakit yang tersebut, tetapi juga untuk kepentingan sejumlah langkah antisipasi bagi para penderita jika terbukti mengidap. Kegiatan pencegahan ini agar tidak terjadi penularan di kalangan abdi negara dan abdi masyarakat tersebut.

“Perlu diketahui hasilnya untuk selanjutnya melakukan sejumlah langkah antisipasi sebagai pencegahannya,” tuturnya.

Sri menambahkan, dari data yang ada di Dinas Kesehatan kota Kupang di periode 2000 hingga Agustus 2016, tingkat pengidap HIV/Aids di kalangan ASN sudah berada di angka mengkhawatirkan di atas 11 persen sejajar dengan pengidap dari kalangan pekerja seks komersial.

“Kami tergerak melakukan pemantauan ulang untuk mengetahui perkembangannya, apakah berindikasi meningkat atau malah ada penurunan jumlah penderita,” ujarnya.

Meskipun zero survei itu penting namun dinas kesehatan tidak berlaku paksa. Kerelaan ASN sajalah yang dibutuh sehingga bisa meneuhi target yang ditetapkan.

“Hingga akhir pemeriksaan hanya diperoleh 80 orang ASN saja yang diperiksa dari target 100 orang ASN,” ungkapnya.

Sementara itu, Pengelola Program IMS dan HIV/Aids, Agustina menyebutkan, akumulasi kasus HIV/Aids sejak 2000 hingga Agustus 2016 berjumlah 858 kasus dengan penderita HIV terbanyak berada di angka 17 persen datang dari kalangan pekerja swasta. Selanjutnya kalngan ASN, ibu rumah tangga serta wanita pekerja seks langsung berada di posisi dua dengan prosentase 11 persen.

“Buruh, pelaut, sopir, mahasiswa dan TKI memiliki berada di urutan tiga dengan lima persen,” jelasnya.

Dalam konteks data itu tergambar ASN, ibu rumah tangga serta pekerja seks menjadi kelompok rentan penyebaran penyakit tesebut. Patut dicarikan langkah pencegahannya terutama bagi ASN.

“Hingga Desember 2016 saja secara akumulatif HIV/Aids sudah berada di angka 1.015 kasus dengan jumlah pengidap paling banyak berada di usia produktif antara 20 hingga 40 tahun,” imbuhnya.

‘Acquired Immunodeficiency Syndrome’ atau ‘Acquired Immune Deficiency Syndrome’ (AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau infeksi virus-virus lain yang mirip dan menyerang spesies lainnya.

“Untuk virusnya sendiri bernama ‘Human Immunodeficiency Virus’ (HIV), yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia,”tukasnya.

Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan. (WN-004)