BERBAGI
Istimewa

KUDUS, Warta Nasional — Mengerucutnya nama Mas’an ketua DPRD Kudus menjadi calon bupati (cabup) yang diusung oleh DPC PDIP Kabupaten Kudus pada pilkada serentak 2018 membuat kader PDIP Kudus melakukan protes dengan cara membelotkan dukungan ke calon lain.

Kontributor Elshinta, Sutini melaporkan, kali ini yang akan diusung oleh para kader PDIP adalah Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKP LH) Kabupaten Kudus, Sumiyatun.

Usai upacara hari lahirnya Pancasila, Kamis (1/6), ratusan kader langsung mendatangi rumah Sumiyatun yang berada di Desa Peganjaran, Kecamatan Bae.

Ketua PAC PDIP Kecamatan Gebog, Kudus, Farid Ghozali mengatakan, dari sembilan pimpinan anak cabang (PAC) yang ada di Kabupaten Kudus, delapan PAC membelotkan dukungan ke calon lain karena menurut mereka pencalonan Mas’an sebagai cabup dari PDIP melanggar aturan partai, yang mana pimpinan dewan tidak boleh dicalonkan atau mencalonkan diri sebagai calon kepala daerah atau wakil kepala daerah, karena jabatannya mempunyai makna strategis di dalam partai guna memperjuangkan kebijakan partai sebagai kebijakan pemerintah daerah. Hal ini sesuai Pasal 6 ayat 1.

“Kami dukung Ibu Sumiyatun meski bukan kader partai untuk maju menjadi cabup dari PDIP karena telah ada kesepakatan dari semua ranting di 132 desa, demikian juga 8 PAC dari 9 PAC yang ada. Hanya PAC Kecamatan Undaan yang tidak mendukung dan itu basisnya Mas’an,” tuturnya.

Farid menjelaskan, ada beberapa alasan memberi dukungan terhadap Sumiyatun yakni keberhasilannya menghantarkan Kabupaten Kudus berkali-kali memperoleh penghargaan Adipura yang diimbangi dengan kinerja sebagai PNS cukup baik. Selain juga perhatian ke kader PDIP meski bukan anggota partai.

“Kader seperti ini yang kami cari bukan yang mementingkan diri sendiri tetapi memperhatikan partai dan rakyat,” tandasnya.

Menurutnya, sebagai bukti dukungan tersebut para pimpinan PAC dari delapan kecamatan menyerahkan surat pernyataan bermaterai yang disaksikan ratusan kader. Bukti dukungan tersebut akan diserahkan kepada ketua DPC PDIP Kabupaten Kudus. Untuk diusulkan pada DPP agar diberikan rekomendasi.

“Kami tetap akan patuh pada aturan partai jika keputusan partai nantinya berbeda, namun yang pasti saat ini kami akan memperjuangkan cabup yang kami usung,” ujar Farid yang disambut teriakan dukungan dari ratusan kader.

Sementara itu, Sumiyatun mengaku siap mundur dari PNS jika dicalonkan maju dalam pilkada. Dirinya akan mematuhi aturan.

“Saya kaget, tiba-tiba ada ratusan orang datang ke rumah saya untuk mendukung maju dalam pilkada,” tutur Sumiyatun.

Terpisah saat ditanyain keterangannya, Ketua DPC PDIP Kabupaten Kudus, Musthofa menyatakan, berdasarkan rapat internal partai telah memutuskan mengusung Mas’an sebagai cabup dari PDIP pada pilkada 2018. Sehingga nama tersebut akan diusulkan untuk mendapatkan rekomendasi.

“Kalau ada calon yang berkeinginan maju sebagai cabup/cawabup melalui PDIP harus mengikuti bursa penjaringan karena tidak menutup kemungkinan ada calon lain yang melamar,” ungkap Musthofa yang juga Bupati Kudus. (els)