BERBAGI
Miniatur masjid yang terbuat dari bekas botol minuman di Hotel Oak Tree Emerald Semarang, (Foto : Dok. Hotel Oak Tree)

 

SEMARANG, Warta Nasional — Saat nuansa Ramadhan dan menyambut Lebaran 1438 Hijriyah di Hotel Oak Tree Emerald Semarang terlihat berbeda. Ada sebuah miniatur masjid yang menghiasi sisi hotel dalam menyambut tamu yang akan menginap.

Uniknya, miniatur masjid tersebut terbuat dari ribuan botol plastik air mineral bekas yang di konsep oleh manajemen Hotel Oak Tree Emerald Semarang selama bulan puasa Ramadhan 1438 H.

“Miniatur masjid ini sebagai realisasi ECO Green (Recycle, Reuse, Reduce dan Repair) mengangkat nuansa Ramadhan,” kata Public Relation Executive Hotel Oak Tree Emerald Semarang, Mega Amalia kepada wartanasional.com, di Semarang, Senin (12/6/2017).

Mega mengatakan, manajemen menghabiskan 1.500 botol minuman bekas untuk membangun miniatur masjid di Hotel yang terletak di Papandayan, Kota Semarang.

“Pembuatan miniatur masjid botol bekas ini didasari karena banyaknya konsumsi botol air mineral oleh para tamu yang menginap,” ungkapnya.

Dijelaskan Mega, botol bekas minuman yang dipakai, diperoleh dari kamar hotel yang jumlahnya mencapai 172 kamar, dengan 2 botol air mineral di setiap kamarnya.

“Sehingga, dalam satu hari Hotel Oak Tree mampu mengumpulkan 344 botol bekas air mineral,” jelasnya.

Lanjut Mega, perolehan botol bekas tidak hanya berasal dari tamu menginap, namun juga dari beberapa event yang telah diselenggarakan di Hotel Oak Tree, seperti kegiatan meeting, reuni, gathering, maupun wedding.

“Pengerjaan miniatur masjid ini menghabiskan waktu 1 bulan. Miniatur ini akan menghiasi lobby area hotel Oak Tree selama bulan puasa,” paparnya.

Untuk mempercantik tampilannya, maka miniatur masjid juga dilengkapi dengan mini garden, serta lampu sorot berwarna hijau sehingga menjadikan tampilannya lebih menarik.

“Sehingga, para pelanggan yang berkunjung ke Hotel Oak Tree Emerald Semarang akan langsung disambut sebuah miniatur masjid yang terbuat dari botol bekas minuman,” pungkasnya. (WN-001/IH)

Editor : Fifit D.