BERBAGI
Foto: Ilustrasi

KEDIRI, Warta Nasional — Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD)  Kota Kediri menyatakan penderita Human immunodeficiency virus/ acquired immune deficiency syndrome (HIV/AIDS) di kota Kediri Jawa Timur sejak 2003 hingga April 2017 mencapai 910 orang.

“Ada peningkatan dari tahun ke tahun. Dari temuan intensif sejak 2003 hingga kini sudah 910 orang, dimana sejak Januari hingga April 2017 sudah mencapai 59 orang,” kata Sekretaris KPAD Kota Kediri, Suhartono, di Kediri, Rabu (14/6).

Suhartono mengatakan, jumlah temuan pada 2017 juga cukup banyak. Salah satunya dipengaruhi dari partisipasi aktif para kader, seluruh satuan kerja, puskesmas, KPAD, hingga dari penderita sendiri.

“Kami membuka pemeriksaan dini HIV/AIDS yang bisa dilakukan di fasilitas kesehatan milik pemerintah, termasuk di puskesmas wilayah Kota Kediri,” ujarnya.

Rata-rata, saat ditemukan yang bersangkutan masih terdeteksi terkena HIV, kata Suhartono, jika yang bersangkutan mempunyai penyakit sertaan, sakitnya bisa tambah parah dan menjadi AIDS.

“Orang-orang tes kan tidak malu. Ini artinya tingkat kesadaran masyarakat besar dan informasi yang kami berikan ke masyarakat juga sampai,” ungkapnya.

Lanjut Suhartono menambahkan, Ada ratusan orang yang memeriksakan diri di klinik kesehatan dan terdeteksi terkena HIV/AIDS, dari beragam latar belakang atau profesi.

“Yang terbesar adalah pembeli jasa seksual, wiraswasta. Bahkan, ibu rumah tangga juga besar, tapi secara angka dinas kesehatan yang mengerti,” jelasnya.

Suartono berharap, masyarakat mewaspadai HIV/AIDS lebih meningkat. Pihaknya dengan seluruh elemen masyarakat juga menjalin kerjasama untuk mewaspadai penyebaran penyakit tersebut.

“Sampai saat ini belum ditemukan obat yang bisa menyembuhkan penyakit tersebut yang ada hanyalah obat untuk membantu memperlambat pertumbuhan virus,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Kediri Rizal Amin mengemukakan jumlah temuan kasus di Kediri memang terus meningkat setiap tahun.

“Mayoritas yang terkena usianya produktif. Kami terus intensif sosialisasi. Dengan semakin dini ditemukan, harapan untuk tidak menjadikan penyakit itu dari HIV ke AIDS juga bisa dicegah,” pungkasnya. (WN-014)

Editor: Fifit D