BERBAGI
Foto: Ilustrasi

SEMARANG, Warta Nasional  — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang mengingatkan untuk mencermati penggunaan piagam atau sertifikat kejuaraan dalam Penerimaan Peserta Didik (PPD) SMP.

“Pemenang kejuaraan, kompetisi, dan sebagainya kan dapat tambahan poin nilai. Pastikan piagamnya asli,” kata Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, di Semarang, Senin (19/6).

Supriyadi mengatakan, pemalsuan piagam kejuaraan, baik tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional, dan internasional dimungkinkan terjadi dalam PPD demi mendongkrak nilai.

“Kalau tidak punya prestasi, misalnya pernah menjuarai kompetisi, pendaftar hanya bisa mengandalkan NEM murni untuk bersaing, kecuali siswa miskin dan anak guru,” tuturnya.

Namun, untuk siswa miskin tidak ada persoalan karena sudah memakai `database` warga miskin dari Bappeda Kota Semarang, Berbeda jika menggunakan surat keterangan tidak mampu (SKTM) seperti di Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA dan SMK Negeri Jateng, karena SKTM rawan dimanipulasi.

“Makanya, kami tidak khawatir untuk yang siswa miskin karena tidak boleh pakai SKTM. Pakainya `database` warga miskin dari Bappeda,” ujarnya.

Lanjut Supriyadi menambahkan, dengan mengacu “database”, begitu siswa memasukkan nomor induk kependudukan (NIK) langsung terdata jika warga miskin dan langsung terkoneksi ke sistem untuk mendapatkan poin tambahan.

“Kalau ragu, dikroscek dengan Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda dan Olahraga, atau KONI, misalnya, jika terkait prestasi olahraga. Pasti setiap prestasi kan ada laporannya. Cek penyelenggaranya siapa, apa benar pernah ada kejuaraan itu,” ungkapnya.

Khusus untuk prestasi olahraga, kata Ketua Asosiasi Kota PSSI Semarang itu, KONI pasti memiliki data prestasi yang diraih dari masing-masing cabang olahraga sehingga bisa dicek.

“Jika nantinya kedapatan dokumen, piagam, atau sertifikat yang dilampirkannya palsu, pendaftar bisa dibatalkan meski sudah diterima atau lolos seleksi di sekolah yang dituju,” pungkasnya. (WN-019)
Editor: Fifit D