BERBAGI
Foto: Ilustrasi

SEMARANG, Warta Nasional — Polda Jawa Tengah menetapkan mantan Direktur Utama PT Gendhis Multi Manis Blora Kamajaya sebagai tersangka penimbunan ribuan ton gula pasir tak memiliki standar nasional Indonesia (SNI).

“Kamajaya ditetapkan sebagai tersangka setelah sebelumnya diperiksa sebagai saksi, dan sekarang masih dalam penyelidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Lukas Akbar Abriari, di Semarang, Minggu (18/6).

Lukas mengatakan, Penetapan sebagai tersangka tersebut karena pemilik 1.400 ton gula pasir bermerek Gendhis, produksi Gendhis Multi Manis Blora tersebut.

“Gula-gula tersebut disimpan di gudang yang disewa atau dimiliki tersangka, salah satunya gudang pabrik kayu lapis di Kendal,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah mengungkap dugaan penimbunan lebih dari seribu ton gula putih tidak ber-SNI di beberapa gudang di wilayah Kendal dan Blora.

LanjutLukas mengatakan, Nantinya tersangka akan dijerat dengan pasal berlapis dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

“Kami juga akan menggunakan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2004 tentang Standarisasi dan Penilaian Kesesuaian,” pungkasnya. (WN-019)

Editor: Fifit D