BERBAGI
Foto: Ilustrasi

YOGYAKARTA, Warta Nasional — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta Muhammad Lutfi Hamid meminta masyarakat memilih jasa biro travel haji dan umrah yang telah memiliki izin penyelenggaraan di daerah itu.

“Karena untuk biro haji dan umrah yang belum memiliki perizinan di daerah, kami tidak akan memberikan rekomendasi untuk pengurusan visanya,” kata Lutfi di Yogyakarta, Kamis (3/8).

Menurut Lutfi, setiap biro travel haji dan umrah wajib mengurus perizinan penyelenggaraan haji dan umrah serta membuka kantor cabang di daerah, meski sudah memiliki kantor pusat di Jakarta. Aturan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Agama RI Nomor 18 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Haji dan Umrah.

Selain memastikan tidak akan meloloskan izin pengurusan visa, menurut Lutfi, biro travel haji dan umrah tak berizin juga rentan melakukan praktik penipuan sehingga banyak pengguna jasa yang gagal berangkat umrah. “Seperti pada kasus First Travel banyak calon jamaah di Yogyakarta yang menjadi korban tetapi kami tidak menghitung jumlahnya,” kata dia.

Untuk memastikan biro perjalanan haji dan umrah kredibel dan memiliki legalitas yang jelas di daerah, Lutfi menyarankan masyarakat datang langsung ke Kanwil Kemenag DIY untuk mendapatkan daftar nama-nama biro perjalanan yang resmi dan layak dipilih.

“Datang langsung ke Kemenag DIY, kami akan menunjukkan mana yang telah memiliki legalitas dan telah beroperasi secara baik dan layak dipilih,” kata Lutfi. (Ant)