BERBAGI
Foto: Ilustrasi

Warta Nasional — Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Nusa Tenggara Timur Sarman Marselinus mengingatkan calon jamaah haji (CJH) tidak membawa benda-benda tajam yang dilarang pihak Angkasa Pura dan penerbangan sipil seperti pisau dan gunting.

“Pengalaman pemberangkatan tahun-tahun sebelumnya, masih ditemukan oknum CJH yang tanpa sengaja membawa pisau dan gunting yang dilarang meskipun untuk tujuan positif,” katanya di Kupang, Jumat (4/8).

Selain itu, katanya, juga masih ditemukan oknum penumpang CJH yang membawa kompor untuk tujuan baik, namun tetap saja dilarang pihak penerbangan sipil berdasarkan edaran General Authority of Aviation (Gaca) Arab saudi.

Berdasarkan edaran itu, katanya, dan demi keselamatan penerbangan jamaah clon haji hanya diperkenankan membawa tas kabin dengan isi maksimal tujuh kilogram dan barang bagasi (koper besar) dengan isi berat maksimal 32 kilogram.

“Ini berdasarkan edaran General Authority of Aviation (Gaca) Arab Saudi dan mengacu pada perjanjian pengangkutan udara jamaah haji Indonesia antara Kementerian Agama dengan PT Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines dan jamaah haji akan menerima air Zamzam di asrama haji debarkasi sebanyak lima liter,” katanya.

Ia mengatakan sikap CJH yang membawa barang-barang yang dilarang dalam penerbangan sipil itu diingatkan untuk dihentikan karena hanya akan memperlambat proses pemeriksaan barang bawaan CJH di bandara saat hendak menuju ke ruang keberangkatan.

“Begitu juga pakaian bawa seperlunya saja, sesuai muatan koper, tidak ditambah dengan tas-tas lainnya. Percuma membawa banyak-banyak, karena nanti tetap akan dikurangi,” kata dia.

Pembatasan itu dimulai dengan pemeriksaan barang bawaan jamaah agar pada saat pemberangkatan tidak ada lagi masalah mengenai barang bawaan dari jamaah yang menyalahi prosedur yang ditetapkan.

Apabila melebihi ketentuan tersebut, katanya, jamaah haji disarankan untuk menggunakan jasa cargo.

“Apabila barang bawaan jamaah melebihi kapasitas yang ditentukan lebih baik dikirimkan melalui kargo. Ini sebagai upaya antisipasi adanya permasalahan lebih lanjut,” katanya.

Selain ketentuan itu, katanya, jamaah haji juga dilarang membawa barang-barang ke atas pesawat berupa gunting, pisau, silet, ceruit dan barang-barang cairan berupa kecap, minyak goreng serta barang-barang lain yang mengandung gas yang mudah meledak.

“Untuk barang bawaan yang dilarang, yakni senjata tajam, barang yang mengandung alkohol dan cairan yang melibihi 100 mililiter,” katanya.

Dia berharap agar para jamaah calon haji untuk mengikuti aturan dari penerbangan internasioal agar tidak menimbulkan kendala untuk barang bawaannya,” ujarnya.

Selain memeriksa barang bawaan, pihaknya juga meminta kepada jamaah calon haji agar kembalinya ke tanah air juga membatasi barang bawaannya.

“Untuk keseragaman identitas jamaah calon haji asal NTT, makan Bidang Haji dan Bimas Islam Kanwil Kemenag setempat akan menyiapkan identitas jamaah berupa Kacu Leher yang dibagikan pada saat pembinaanKaru dan Karom di Kupang, sehingga tidak perlu disiapkan di masing-masing kabupaten/kota,” katanya. (Ant)