BERBAGI
Foto : Ilustrasi

JAKARTA, Warta Nasional – Salah satu mahasiswa asal Yogyakarta, Abdullah Faqih sukses memenangi juara dua dalam lomba menulis esai di ajang Asean Literary Festival (ALF) 2017 di Jakarta.

Pada kompetisi menulis esai yang diadakan ALF, naskah esai mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut menyisihkan sekira 400 naskah yang mendaftar dan maju sebagai juara dua.

Kompetisi tersebut mengusung tema tentang keberagaman gender dan seksualitas yang diikuti oleh wartawan, masyarakat umum, dan mahasiswa. Selasa (15/8/2017).

Abdullah Faqih sendiri mengangkat tentang sebuah pesantren waria di Yogyakarta. Adanya pesantren tersebut tak ayal mengundang munculnya kajian atau diskursus tentang waria dengan beragam perspektif berbeda.

“Pesantren waria seharusnya cukup dipandang sebagai tempat bagi para waria untuk memperdalam agama Islam tanpa perlu dibenturkan dengan berbagai macam dimensi,” kata Faqih.

Mengusung tulisan mengenai isu sosial lokal tersebut, Faqih mengaku terinspirasi dengan fenomena Bissu di Sulawesi Selatan. Tentang waria yang menyandang posisi penting sebagai Bissu, atau dalam artian sebagai orang suci yang disegani dalam struktur kuno dalam sistem pelapisan sosial di Bone, Sulsel.

Dari sinilah, Faqih terispirasi menulis esai yang berangkat dari kondisi sosial di tempat dirinya mengenyam pendidikan.

“Waria di Pesantren Al-Fattah seharusnya juga dipandang sebagai identitas gender tersendiri, di luar laki-laki dan perempuan,” tandas Faqih.

Sementara ASEAN Literary Festival merupakan sebuah festival sastra dan budaya. Acara tersebut dihadiri penulis ternama dari negara-negara yang tergabung ke dalam negara ASEAN. Mereka adalah Ahmad Fuadi, Alanda Kariza, Andrew Fowler, Arswendo Atmowiloto, Candra Malik, dan sejumlah penulis sastra terkemuka.

Berbagai kegiatan juga dihelat oleh acara tahunan ini. Di antaranya workshop, diskusi, publisher corner, communities corner, writer corner, dan ethnic music corner. Perhelatan ALF 2017 telah diadakan ke-empat kalinya selama awal Agustus di Kota Tua, Jakarta.(WN-016).

Editor : Sekar Utami