BERBAGI
Bupati Demak M. Natsir didampingi wakil Bupati Demak , Djoko Sutanto meresmikan kampung Keluarga Berencana (KB) di Desa Tlogodowo Kecamatan Wonosalam Kabupaten Demak, Foto: Istimewa

DEMAK Warta Nasional -­- Bupati Demak M. Natsir didampingi wakil Bupati Demak ,  Djoko Sutanto meresmikan  kampung Keluarga Berencana (KB) di  Desa Tlogodowo Kecamatan Wonosalam Kabupaten Demak, selasa (22/8/ 2017).

M Natsir menghimbau, gerakan KB tidak mentok hanya di pencanangan dan peremian saja. Namun harus ada aksi nyata dan gerakan secara berkesinambungan serta bersinergi dengan tiga pilar penting yakni pendidikan, kesehatan dan lingkungan.

“ Kita harus bisa mensosialisasikan, mengkomunikasikan, serta mengedukasi tentang program KB kepada masyarakat, serta memberikan pelayanan KB di tingkat desa,” ujar Natsir.

Pembukaan kampung KB di Demak sebagai tindak lanjut atas instruksi pusat yang terkandung dalam program revolusi mental yang digagas oleh Presiden Joko Widodo.

Menurut Natsir, terpilihnya Desa Tlogodowo sebagai tempat peresmian kampung KB karena di wilayah ini capaian program KB sangat minim.

“Bila program Kampung KB benar-benar dijalankan dengan baik, maka angka kelahiran dapat diturunkan.  Seperti kita ketahui bersama bahwa laju pertumbuhan penduduk yang tinggi berpotensi menghasilkan generasi yang tidak berkualitas. Dengan dicanangkannya Kampung KB ini diharapkan dapat menekan angka laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Demak,” terangnya.

Terpisah,  Kepala Dinpermades P2KB , Muhammad Ridwan menjelaskan, keberhasilan Kampung KB sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor yakni komitmen, intensitas opini publik, optimalisasi fasilitasi dan dukungan mitra kerja, serta semangat dan dedikasi para pengelola program.

“Saat ini kampung KB baru di 42 desa yang tersebar di 14 kecamatan.  Nantinya di Demak  satu desa ada satu kampung KB.  Targetnya pada tahun 2019 Demak bisa menyukseskan kampung KB,” Ujar Ridwan.

Bupati Natsir menegaskan, Kampung KB termasuk program revolusi mental berbasis keluarga. Mengingat program KB lebih difokuskan pada masyarakat tidak mampu dan tidak memiliki akses ke faskes kesehatan.

“Maka itu keberhasilan program KB sangat membantu tingkatkan kualitas hidup keluarga pra sejahtera,” pungkas bupati. (WN-022)