BERBAGI

AMBON, Warta Nasional — Stok gula pasir milik Perum Bulog Divisi Regional Maluku hingga kini tercatat 2.500 ton tersimpang di gudang Kota Ambon.

“Kami setiap hari melakukan penjualan pada beberapa titik di Kota Ambon termasuk kawasan Pasar Mardika dan Batu Merah dengan harga Rp12.500/kg,” kata Kepala Bidang Pelayanan Publik Perum Bulog Maluku Armin Bandjar di Ambon, Sabtu¬†(21/10).

Ia mengatakan Bulog menjual barang kebutuhan itu dengan sistem Gerakan Stabilitasi Pangan (GSP), dengan penetapan harga Rp12.500/kg, cukup murah dibandingkan dengan harga yang dipatok para pedagang di pasar berkisar Rp13.000 hingga Rp14.000/kg.

Dia mengatakan dari hasil evaluasi, penjualan yang dilakukan setiap hari bisa mencapai dua ton.

“Jadi kalau dibanding dengan stok yang masih sebanyak 2.500 ton itu berarti stok cukup banyak,” ujarnya.

Penerapan harga, katanya, sama dengan yang diterapkan pada program Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di ratusan titik di Kota Ambon.

Dia mengatakan dalam waktu dekat Bulog juga akan melakukan sosialisasi terkait dengan harga gula pasir Rp12.500/Kg, minyak goreng Rp12.500/kg, dan beras premium yang dijual di RPK, yakni Rp9.500/kg.

“Harga beras premium RP9.500/kg tidak sama dengan harga yang diterapkan pada kegiatan operasi pasar, sebab beras premium ini juga tergantung pembelian dari Sulawesi Selatan, namun yang jelas di bawah harga pasar tradisional,” ujarnya.

Di pasar di Kota Ambon, beras premium dijual sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET)yang ditetapkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), yakni Rp13.600/kg.

Ketika ditanya sampai saat ini sudah berapa banyak RPK yang tersebar di Kota Ambon, Armin mengatakan, baik di Kota Ambon maupun Kota Tual, RPK belum mencapai 500 unit, masih jauh dari target Bulog Maluku yang 1.500 unit.

“Kami harapkan setiap desa harus ada RPK, baik di Kota Ambon maupun Tual, sebab kehadiran RPK juga sangat membantu masyarakat,” ujarnya.¬†(Ant)