BERBAGI
Bupati Kudus,H. Musthofa, Foto: Istimewa

KUDUS, Warta Nasional — pemandangan yang kental dengan nuansa Kudus terlihat di alun-alun Simpang Tujuh. Para kaum lelaki mengenakan pakaian adat Kudus. Sedangkan kaum perempuan berkebaya dan berkerudung.

Mereka mengikuti apel peringatan Hari Santri tahun 2017 ini. Dari berbagai elemen masyarakat, ormas, dan para pelajar bersemangat mengikuti apel dengan Pembina Apel Bupati Kudus H. Musthofa.

Bupati Kudus, H. Musthofa menegaskan, besarnya peran santri pada era kemerdekaan. Untuk itulah, di masa sekarang mereka sudah seharusnya bisa menjadi pelopor dalam menjaga keutuhan NKRI. Termasuk sebagai motivator dan inspirator kemajuan.

“Santri harus bisa menjadi motivator dan inspirator kemajuan bangsa. Untuk itulah santri tidak boleh hanya berpikir normatif,” kata Bupati Kudus, H. Musthofa di alun-alun Simpang Tujuh Kudus, kepada wartanasional.com, Minggu pagi (22/10/2017)

Sesuai tema hari santri “Santri Mandiri, NKRI Hebat”, Bupati menaruh harapan besar dari para santri, mereka bukan hanya belajar ilmu-ilmu agama, akan tetapi dituntut mengikuti perkembangan zaman dengan segala perubahannya dengan kemandirian.

“Filosofi Gusjigang hendaknya bisa menjadi penyemangat untuk diimplementasikan di dalam kehidupan, untuk kemajuan dan kesejahteraan bersama,” tambahnya.

setelah itu, Bupati mengunjungi Pondok tahfidz Yanbuul Quran Desa Krandon, Kota Kudus. Sambutan luar biasa diberikan oleh para santri yang sudah belajar menghafal Quran sejak dini.

Ketekunan mereka merupakan bekal tersendiri bagi masa depan kehidupannya. Bupati berdoa dan berharap kelak mereka menjadi anak-anak yang salih dan bermanfaat bagi khalayak dan tentunya tetap berbakti pada kedua orang tua.

“Inilah cerminan wajah Kudus yang religius. Semoga kelak ada yang menjadi pemimpin yang juga tahfidz Alquran,” pungkasnya. (WN-023)

Edito