BERBAGI
Foto: Ilustrasi

KUPANG, Warta Nasional — Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Timur, Ardu Marius Jelamu meminta agar pola kunjungan wisatawan ke Pulau Komodo di Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores perlu ditata ulang karena sudah tidak beraturan.

“Kunjungan wisatawan ke Pulau Komodo memang dikhawatirkan berbagai pihak termasuk wisatawan asing, karena membeludak dan tidak beraturan lagi,” kata Marius, di Kupang, kepada wartanasional.com, Rabu (8/11/2017).

Marius mengatakan, penataan ulang arus kunjungan wisatawan ke Pulau Komodo itu dikhawatirkan dapat mengganggu ekosistem serta keselamatan habitat binatang purba raksasa Komodo (varanus kommodoensis).

“Saya sudah membicarakan masalah tersebut dengan otoritas Taman Nasional Komodo (TNK), termasuk rencana untuk menyurati pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk memperhatikan mekanisme kunjungan wisatawan ke Pulau Komodo,” ujarnya.

Marius menjelaskan, inti dari rencana untuk menyurati pihak kementerian tersebut adalah meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar segera mengadakan rapat koordinasi dengan Kementerian Pariwisata dan otoritas TNK untuk mengatur kembali mekanisme kunjungan wisatawan ke Pulau Komodo.

“Taman Nasional Komodo (TNK) kini menjadi salah satu destinasi wisata primadona di Indonesia setelah ditetapkan menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia (New7 Wonders),” tuturnya

Lanjut Marius, arus kunjungan wisatawan ke Pulau Komodo yang tidak beraturan itu, sudah dikeluhkan oleh wisatawan internasional ketika diadakan Komodo Travel Mart beberapa waktu lalu.

“Banyak sekali masukan kepada saya dari turis luar negeri yang meminta agar arus kunjungan wisatawan ditata kembali, agar tidak membludak dan tak beraturan seperti yang berlangsung saat ini,” paparnya

Ia menambahkan, wisatawan internasional mengkhawatirkan membludaknya arus kunjungan ke Komodo, karena sangat mengganggu ekosistem satwa di pulau tersebut serta dapat memancing agresifitas binatang tersebut.

“Agresifitas biawak raksasa itu memang sulit ditebak. Namun, yang dikhawatirkan saat mereka sudah mulai kekurangan binatang pemangsa. Dalam kondisi seperti ini, para pengunjung bisa menjadi target komodo,” pungkasnya. (WN-008)

Editor: Anisah