BERBAGI

YOGYAKARTA, Warta Nasional — Dengan adanya pembangunan bandara New Yogyakarta Internasional Airport, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarya melakukan inovasi.

Inovasi dan efisiensi diharapkan dapat lahir dari berbagai sektor karena adanya pembangunan tersebut, terlebih infrastruktur jalan yang juga dibangun.

Deputi Komisioner Eduksi dan Perlindungan Konsumen OJK, Sarjito, mengatakan pembangunan bandara harus diimbangi dengan infrastruktur jalan, terutama jalan tol di Kulon Progo, Rabu (15/11/2017).

“Pembangunan bandara di Kulon Progo, tentu Solo (Jawa Tengah) tidak tinggal diam, mereka akan menyediakan infratruktur yang lebih bagus. Kalau DIY tidak mau tol, tidak akan efisien. Semua yang tidak efisien akan ditinggalkan,” kata Sarjito.

Dia mengatakan, kabupaten/kota dan provinsi tidak bisa menolak kehadiran ojek online karena sudah menjadi dari kemajuan teknologi dan kebutuhan masyarakat umum.

“Pelayanan serba cepat, dan efisien merupakan kebutuhan masyarakat. Penolakan akan membawa kepada ketertinggalan. Hanya saja, kemajuan teknologi dan kebutuhan masyarakat perlu disikapi dengan arif,” ujarnya.

Selain itu, menurut Sarjito, kebijakan Pemkab Kulon Progo membantu pemasaran produk lokal dan mengembangkan potensi lokal, sangat bagus. Namun, dalam pemasaran, pemkab tidak boleh “alergi” dengan melipatkan pihak ketiga atau eksportir, seperti pemasaran gula semut yang merupakan produk ekspor.

Lanjut dia,pemkab harus membenahi kualitas, mutu produk, pengemasan, hingga kuantitas produk yang terjaga. Hal yang paling utama dalam memberdayakan produk lokal yang memiliki nilai jual, adalah inovasi tiada henti.

“Produk di Kulon Progo tidak bisa secara terus menerus diproteksi, tapi harus ada inovasi dan kerja sama yang menguntungkan dengan pihak ketiga,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kulon Progo, Niken Probo Laras mengatakan, saat ini produk gula semut diekspor diberbagai negara, seperti di ASEAN dan Eropa. Namun gula semut yang diekspor masih dalam bentuk curah, harga jual murah, dan harus melewati buyer.

“Kami akan membuat pengemasan demikian rupa, tapi terkenda modal dan jangkauan pasar,” pungkasnya. (WN-015)

Editor: Anisah