BERBAGI

ACEH, Warta Nasional — Kesebelasan Indonesia harus menang melawan Kirgisztan agar meraih juara pada turnamen sepak bola internasional Aceh World Solidarity di Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh, Rabu (5/12) malam.

Pelatih Tim Merah Putih, Luis Milla kepada wartawan Rabu, mengatakan para pemain berusaha memberikan yang terbaik bagi Indonesia dengan tetap mempertahankan permainan seperti pada pertandingan sebelumnya.

Pelatih asal Spanyol itu mengatakan timnya akan tetap menerapkan pola permainan kolektif saat menghadapi Kirgizstan.

Pertemuan Indonesia dengan Kirgizstan menjadi pertandingan terakhir dalam sistem setengah kompetisi yang akan menentukan tim pemuncak klasemen akhir sekaligus juara turnamen. Pemenang dari laga dua negara ini langsung menjadi juara.

Indonesia hanya punya satu pilihan pada laga “final” kali ini, yaitu menang, karena Indonesia memiliki nilai 6 dengan agregat gol memasukan 7 kebobolan 2 di posisi runner-up klasemen sementara.

Sedangkan Kirgizstan dengan nilai 6 memiliki agregat gol cukup bagus yakni memasukan 7 dan tanpa kebobolan, sehingga hasil seri sudah cukup bagi negara Asia Tengah itu untuk meraih juara.

Menghadapi pertandingan menentukan tersebut, Febri Haryadi dan kawan kawan diharapkan bermain lebih bagus dengan menjadikan kemenangan atas Mongolia sebagai modal untuk bertanding.

Milla menyatakan, gelandang serang Gavin Kwan kemungkinan tidak bisa diturunkan melawan Kirgizstan karena cedera saat melawan Mongolia.

Sementara itu, Kirgizstan sebelumnya pun saat tiba di Banda Aceh sudah siap mengalahkan Indonesia dan berusaha meraih yang terbaik dalam kejuaraan ini.

Pelatih Kirgizstan, Rudrenko Igor menyatakan Indonesia merupakan tim yang solid. Untuk itulah, Kirgizstan telah menyiapkan strategi tersendiri untuk menghadapi Indonesia dan berusaha dengan mencetak gol cepat dan menyesuaikan taktik dengan situasi di lapangan. (Ant)