BERBAGI

AMBON, Warta Nasional — Dinas Kesehatan (Dinkes) Ambon mengajak kaum perempuan untuk melakukan tes Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) sebagai upaya deteksi dini kanker leher rahim dan payudara.

“Tes bahaya kanker serviks deteksi dini kanker leher rahim bisa dilakukan dengan secara rutin dan berkala minimal tiga tahun sekali di Puskesmas yang ditunjuk untuk kota Ambon di Puskesmas Martha Christina Taihahu,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan kota Ambon, Wendy Pelupessy, Kamis (8/2).

Menurut dia, kanker payudara dan kanker leher rahim (serviks) adalah kanker yang paling banyak menyerang perempuan di Indonesia, khususnya di usia produktif.

Penyakit kanker merupakan penyakit tidak menular, tetapi setiap tahun jumlah penderita meningkat karena pola hidup yang tidak sehat oleh penderita.

“Selain itu rendahnya angka deteksi dini disebabkan karena masih banyak perempuan yang merasa malu atau tidak perlu memeriksakan diri ke Rumah sakit, klinik atau puskesmas,” katanya.

Wendy menjelaskan, skrining untuk kanker payudara dan leher rahim kini bisa dilakukan di Puskesmas dan tempat praktik bidan, yakni dengan pemeriksaan SADANIS dan IVA.

SADANIS adalah pemeriksaan payudara secara klinis, yakni pemeriksaan oleh tenaga pemeriksaan terlatih, selain itu pemeriksaan dilakukan dengan perabaan, seperti SADARI (periksa payudara sendiri).

“Pemeriksaan dapat dilakukan oleh tenaga medis, yang lebih terlatih dan sensitif merasakan apakah ada benjolan atau hal yang tidak normal pada payudara, tetapi juga dapat dilakukan sendiri di rumah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, upaya lainnya yang dilakukan yakni melalui penyuluhan sosialisasi tentang pola hidup yang baik, pola makan dan istirahat yang baik sesuai dengan 10 indikator PHBS, selain itu melakukan pengecekan kesehatan secara rutin.

Dinkes lanjutnya juga bekerjasama dengan TP PKK Kota Ambon untuk melakukan tes IVA sekaligus memberikan penjelasan deteksi pencegahan sejak dini.

“Jika ditemukan ada kelainan pada Tes IVA, yaitu positif pra-kanker (gejala kanker), dapat diobati dengan krioterapi. Yaitu pengobatan dengan pendinginan (dengan gas dingin) efek samping ringan dan mudah diatasi. (Ant)