BERBAGI
Anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa Amaliah. (Foto: Dok PKS)

JAKARTA, Warta Nasional — Belum usai duka kita karena dunia pendidikan dicederai peristiwa tewasnya guru dianiaya siswa, kini muncul game “pukul guru” yang beredar di dunia maya. Hal ini memunculkan keprihatinan mendalam dari anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa Amaliah.

“Sepertinya kita tengah kecolongan karena ada ajakan terang-terangan pada siswa di negeri ini untuk semakin melecehkan dunia pendidikan,” ungkap Ledia dalam rilis yang diterima wartanasional.com, Selasa (13/02/2018).

Ledia mengatakan beredarnya game “pukul guru” ini sangat memprihatinkan kita semua, perlu ada control yang jeli dari Pemerintah dalam hal ini Kementrian Kominfo.

“Ini bisa menjadi tamparan keras bagi pemerintah secara khusus dan masyarakat secara umum,” ujar Anggota Legislatif FPKS itu.

Lanjut Ledia mengingatkan ancaman kekerasan pada anak tidak hanya berasal dari dunia nyata tapi juga dunia maya dengan bentuk sangat beragam. Bukan hanya kejahatan penipuan, penculikan, pelecehan seksual tetapi juga ajakan untuk melakukan perilaku negatif bahkan menyimpang bisa datang secara halus dari konten-konten di internet.

“Perlu diwaspadai perilaku negatif, baik yang dikemas dalam bentuk postingan tertulis, komik, gambar, video, lagu, hingga game,” ungkapnya.

Lanjut Ledia, dari sekian ragam konten internet ini tak sedikit yang mencontohkan anak untuk bersikap hedonis, mudah berlaku kasar, berkata kotor, berkata dan berlaku vulgar hingga ajakan terang-terangan pada pornografi, perjudian, LGBT, narkoba dan miras serta kekerasan.

“Sayangnya, kadang orangtua dan tenaga pendidik luput dalam menyaring konten negatif ini,” jelasnya.

Ditambahkan Ledia, melarang anak mengakses internet di masa sekarang sepertinya bukan pilihan bijak. Orangtua dan tenaga pendidik mungkin hanya bisa memberi batasan dan pemahaman pada anak soal apa muatan positif dan negatif dari konten internet.

“Tetapi kalau pemerintah tentu punya kemampuan untuk bersikap proaktif dengan menyaring konten negatif ini dalam rangka melindungi perlindungan anak,” tambah Ledia.

Karena itulah maka aleg asal dapil Kota Bandung dan Cimahi kemudian mendorong pemerintah agar bertindak lebih aktif dalam melindungi anak dari konten negatif di dunia maya termasuk yang berbentuk game.

“Kominfo kan sudah memiliki alat penyaring konten negatif, disebutkan bisa menyaring konten terkait pornografi, terorisme, juga kejahatan perbankan. Maka, menyaring konten negatif dari video, komik hingga game yang bisa mengajarkan anak bersikap dan berperilaku buruk seperti game “pukul guru” itu tentu mudah saja kan,” pungkasnya. (WN-012)

Editor : Annisa