BERBAGI
Foto: Istimewa, Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Agus Riyanto Slamet

SEMARANG, Warta Nasional — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang tidak mendukung keinginan para Pedagang Kaki Lima (PKL) bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) di Kelurahan Kaligawe dan Tambakrejo yang meminta relokasi ditunda setelah Lebaran.

Komisi B DPRD Kota Semarang yang membidangi perekonomian menegaskan normalisasi BKT merupakan program Pemerintah Pusat. Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang hanya diwajibkan membersihkan bantaran BKT dari lapak dan hunian liar.

“Pemkot Semarang juga ditarget oleh Pemerintah Pusat untuk segera mengosongkan bantaran Sungai BKT. Kalau tidak bisa terlaksana maka dana Pemerintah Pusat bisa kembali (ke kas negara), sehingga tidak jadi membangun BKT,” kata Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Agus Riyanto Slamet, kepada awak media termasuk wartanasional.com di Semarang, Selasa (13/3/2018).

Agus mengungkapkan, pihaknya tetap mengembalikan ke Pemkot Semarang dalam hal ini Dinas Perdagangan terkait permintaan penundaan relokasi itu. Namun, dia mengingatkan jika normalisasi gagal maka banjir akan terus menggenangi Semarang.

Politisi PKS itu, mempersilahkan dinas melakukan perhitungan, jika memang bisa ditunda setelah Lebaran maka penundaan itu tidak menjadi masalah. Yang penting yang harus dicatat pembangunan dan normalisasi Sungai BKT harus tetap bisa dilaksanakan.

‘’Kalau memang bisa ditunda setelah Lebaran sebagaimana keinginan pedagang, ya tidak masalah. Tapi, kira-kira bisa tidak membangun dan menormalisasi sungai ketika PKL di bantaran tidak dibersihkan,’’ paparnya.

Dia menegaskan, para pedagang seharusnya bersedia segera pindah, karena tempat relokasi di Pasar Klitikan Penggaron sudah diperbaiki. Selain itu, masyarakat Kota Semarang yang akan rugi sendiri dan susah jika normalisasi sampai gagal dilakukan.

“Jangan sampai (setelah) Lebaran, nanti BKT tidak jadi lagi dibangun. Harus pindah, mau tidak mau memang akan ada yang dirugikan dalam normalisasi BKT,’’ ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto sebelumnya telah menegaskan, pihaknya tidak dapat memenuhi permintaan para PKL tersebut.

Fajar menegaskan pedagang harus tetap pindah sesuai jadwal hari ini, Selasa (13/3) sesuai yang disosialisasikan. Sebab proses normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) sudah dilakukan dan sedang dalam proses percepatan.

“Mulai hari ini, Dinas Perdagangan Kota Semarang memberikan sosialisasi bagi PKL untuk mulai pindah,” pungkasnya. (WN-013)

Editor : Annisa