BERBAGI
Foto: Istimewa Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Adi Mulyono

ASMAT, Warta Nasional — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memiliki matrik kegiatan pembangunan infrastruktur permukiman di Kabupaten Asmat, Papua, jangka pendek maupun menengah.

“Daerah ini merupakan daerah rawa sehingga air perlu diolah agar layak dikonsumsi. Sudah ada tampungan air berupa embung dengan kapasitas 1.000 meter kubik namun masih kurang sehingga akan kita buat sembilan embung lagi dengan kapasitas lebih besar, selain sumber air melalui sumur bor juga ditambah,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melalui siaran pers Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR yang diterima di Jakarta, Jumat (16/3).

Pembangunan infrastruktur yang dilakukan mulai dari infrastruktur air bersih, sanitasi, jembatan, perbaikan jalan kampung, bedah rumah, hingga pembangunan permukiman baru. menteri Basuki mengatakan ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan utama untuk meningkatkan kualitas lingkungan permukiman di Kabupaten Asmat.

Saat ini sudah ada satu sumur bor dan akan ditambah lima sumur bor kedalaman 150 – 200 meter dengan anggaran Rp6 miliar. Alat bor sudah siap digunakan karena sudah selesai dirakit, bisa dikirim secara utuh.

Menteri Basuki mengatakan bahwa kunjungannya ke Asmat pada Kamis (15/3), merupakan perintah Presiden Joko Widodo yang menanyakan tentang perkembangan terakhir di Asmat. Dikatakannya bahwa Presiden Jokowi juga akan berkunjung ke Asmat bila pekerjaan sudah berjalan di lapangan.

Sementara itu, Bupati Asmat Elisa Kambu mengatakan kejadian luar biasa (KLB) campak dan gizi buruk di Asmat sudah tuntas dan menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi atas perhatian yang begitu besar, khususnya melalui penyediaan infrastruktur dasar seperti air, sanitasi, sampah, transportasi dan rumah. “Dengan ketersediaan infrastruktur yang lebih baik, ke depan diharapkan tidak akan terjadi lagi KLB di Asmat,” katanya.(Ant)