BERBAGI

DENPASAR, Warta Nasional — Ratusan ogoh-ogoh, boneka besar dalam berbagai bentuk dan ukuran menyerupai buta kala makhluk dunia akhirat mulai berjejer di sepanjang jalan di Kota Denpasar dan sekitarnya, setelah dikeluarkan dari balai banjar, tempat karya seni itu dibuat, Jumat (16/3) pagi.

Anak-anak muda dari masing-masing banjar sejak Kamis (15/3) malam sibuk melengkapi ogoh-ogoh itu dengan bambu atau kayu sebagai tempat pegangan untuk nantinya menggotong dan diarak secara beramai-ramai.

Sebagian lainnya telah mengadakan latihan gladi bersih menari diiringi dengan instrumen gamelan yang akan memeriahkan arak-arakan ogoh-ogoh itu. Karya seni yang mereka kerjakan lebih dari sebulan itu ditaruh di pinggir jalan sampai menghabiskan separuh badan jalan, sehingga mulai menimbulkan kemacetan lalu lintas.

Bahkan beberapa luas jalan di kawasan Perumnas Monang Maning Denpasar barat mulai ditutup. Anak-anak muda masing-masing banjar hingga Jumat pagi sebagian besar masih sibuk melengkapi ogoh-ogoh itu dengan roda yang diatur sedemikian rupa, sehingga tidak begitu banyak menghabiskan energi untuk menempuh rute yang akan dilalui.

Meskipun dilengkapi dengan roda, kelompok anak-anak remaja itu sudah mengantisipasinya agar mudah diangkat saat digotong kembali untuk “ditarikan” mengikuti alunan irama musik gong blaganjur yang mengiringinya.(Ant)