BERBAGI
Kepala Eksekutif Facebook Inc Mark Zuckerberg

SEMARANG, Warta Nasional — Pakar keamanan siber, Doktor Pratama Persadha menyatakan, manajemen Facebook di hadapan DPR RI harus mengungkap motif pencurian data milik warganet Indonesia.

“Yang tidak kalah penting adalah 1.096.666 data pengguna Facebook yang bocor ke Cambridge Analytica digunakan oleh siapa dan untuk apa saja?,” kata Pratama di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (13/4) pagi.

Pratama yang juga Ketua Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi atau Communication and Information System Security Research Center (CISSReC), berharap pengelola Facebook menyebutkan sejumlah pihak pengembang aplikasi yang terlibat.

Menurutnya, baik aparat kepolisian maupun Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bisa meminta penjelasan lebih jauh kepada manajemen Facebook, terutama terkait dengan keamanan data pengguna Facebook.

“Apakah Facebook telah memberikan pintu yang terlalu besar kepada pihak pengembang aplikasi dalam mengambil data penggunanya?,” ujar Pratama yang pernah sebagai Pelaksana Tugas Direktur Pengamanan Sinyal Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) yang kini menjadi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) itu.

Selain itu, dalam pertemuan antara DPR RI dan Facebook, masyarakat Indonesia juga mengetahui kebocoran data oleh pengembang aplikasi lainnya. Hal ini, menurut Pratama, terbuka lebar. Dalam kasus Cambridge Analytica, misalnya, kata dia, munculnya karena pengakuan oleh mantan pegawai.

“Dalam pertemuan antara DPR RI dan Facebook, perlu pula menanyakan bagaimana upaya Facebook mengetahui upaya-upaya dari pengembang yang lain yang telah mengambil data pengguna Facebook,” tandas Pratama, kepada Kantor Berita Antara.