BERBAGI
Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Agung Budi Margono (foto : WN)

SEMARANG, Warta Nasional – DPRD Kota Semarang mengapresiasi langkah Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang dalam perencanaan pemasangan sensor pengukur kekuatan dan elastisitas jembatan Kaligarang Kota Semarang.

“kami mengapresiasi langkah tersebut namun juga harus ada monitoring terhadap jembatan yang memiliki aksesbilitas tinggi dan dilalui kendaraan berat,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Agung Budi Margono di Semarang, (12/05/2018).

Agung menjelaskan maksud monitoring terhadap jembatan yakni supaya jika ada kerusakan bisa langsung diketahui dan ditangani, sehingga tidak terjadi hal yang diinginkan seperti jembatan ambruk.

“Tapi jumlahnya sensor masih sedikit, kalau bisa harus ditambah lagi secara bertahap,’’ujar Politisi PKS itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang Kota Semarang, Iswar Aminudin mengatakan masih menyiapkan anggaran sekitar Rp 1 miliar, untuk pengadaan dua sensor pengukur kekuatan dan elastisitas jembatan.

“Saat ini pengadaan alat tersebut sudah masuk di bagian unit pengadaan lelang (ULP),” ujarnya.

Lanjut Iswar menyampaikan, dua alat itu rencananya akan dipasang di Jembatan Kaligarang yang berfungsi memonitor elastisitas dan kekuatan jembatan. Pada Agustus 2018 ini diharapkan sensor tersebut sudah terpasang

“Jembatan Kaligarang menjadi akses utama bagi truk bermuatan berat seperti truk sampah menuju Jatibarang. Karena itu, jembatan tersebut diprioritaskan dipasang alat tersebut,” jelasnya.

Ditambahkan Iswar, sistem kerja sensor tersebut yakni dari getaran jembatan akan mengirim data ke monitor yang dihubungkan dengan sistem. Dari data tersebut bisa terpantau elastisitas dan kekuatan karet penyangga jembatan.

“Usia jembatan itu relatif. Yang jadi persoalan itu jika karet penyangga di jembatan sudah aus sehingga harus segera diganti. Kalau tidak, nanti jembatan akan labil, padahal jembatan itu harus stabil,’’ pungkasnya.

Dari jumlah jembatan yang menjadi kewenangan Pemkot Semarang saat ini sekitar 300 unit. Dari jumlah tersebut jembatan yang memiliki kontruksi besar dan memiliki aksesbilitas tinggi hanya beberapa, seperti Jembatan Kaligawe, Citarum, Lemah Gempal, Tugu Suharto, dan Jembatan Kaligarang. (WN-0012)

Editor : Hanifah