BERBAGI
kata Ketua Pansus RZWP3K DPRD Jateng, Ferry Firmawan, Ph.D di Demak (Foto: WN)

DEMAK, Warta Nasional — Pansus DPRD Provinsi Jawa Tengah melakukan Focus Group Discussion (FGD) tentang Penggunaan Garis Pantai 2017 dalam penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) di Kabupaten Demak.

“Kesempatan ini banyak hal yang dibahas mulai dari isu strategis tentang zonasi ruang hingga pengelolaan wilayah pesisir secara terpadu berbasis masyarakat,” kata Ketua Pansus RZWP3K DPRD Jateng, Ferry Firmawan, Ph.D di Demak, Rabu (16/05/2018)

Ferry mengatakan, Wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil sesungguhnya merupakan wilayah yang memiliki potensi yang sangat tinggi untuk dikembangkan.

Oleh karena itu, dalam pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan kawasan pesisir dan laut perlu direncanakan dengan cermat dan sesuai dengan karakteristik wilayahnya.

“Saya berharap semoga setelah adanya peraturan daerah yang baru, masyarakat pesisir sudah tidak dipandang sebelah mata lagi dan dapat menjadi salah satu bagian penopang ekonomi Jawa Tengah,” ujar Ketua Umum HIPMI Jateng itu.

Lanjut Ferry, dengan perda RZWP3K ini dapat memberikan kepastian hukum dan transparansi dalam pengelolaan WP3K, sebagai instrumen pengawasan dan pengendalian pengelolaan WP3K, sebagai alat pengendali dalam pemanfaatan ruang laut, dan menjaga ekosistem perairan WP3K.

“Kemudian ada dapat dijadikan sebagai rujukan pemanfaatan ruang laut khususnya dalam kepastian berusaha dan instrumen perlindungan kepentingan umum dan masyarakat,” jelasnya.

Politisi Demokrat itu menambahkan, dengan adanya perda ini, pengusaha yang ingin menggunakan pesisir dan pulau-pulau kecil memiliki kepastian hukum bagi pengusaha.

“Kepastian hukum jelas, sehingga dapat menarik banyak investor dibidang kelautan dan perikanan,” pungkasnya. (WN)

Editor : Annisa