BERBAGI
Ketua Komisi D DPRD Jateng, Alwin Basri (kanan) saat meninjau lokasi pembangunan infrastruktur di sejumlah tempat di Jateng (foto : Dok. WN)

SEMARANG, Warta Nasional – Komisi D DPRD Jawa Tengah masih memantau persiapan sejumlah ruas Jalan provinsi, nasional dan Tol Trans Jawa untuk bisa dioperasikan pada arus mudik dan arus balik lebaran tahun 2018.

“kami membagi tiga faktor utama yang menjadi soroton yakni Jalan provinsi, nasional dan Tol Trans Jawa,” kata Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah, Alwin Basri, kepada wartanasional.com, di Semarang, Jum’at (18/05/2018).

Sorotan pertama pada Jalan Provinsi yakni ruas Jalur Wiradesa-Kalibening-Kajen masih mengalami kerusakan sepanjang 12 KM akibat dari dampak pembangunan ruas Jalur Tol Pemalang-Batang.

“Sebagai tanggung jawab penanganan pada PT Waskita karya dan ini harus diselesaikan H-7 sehingga bisa digunakan arus mudik,” ujarnya.

Kedua, jembatan grawah ruas Boyolali-Jrakah-Selo sedang dalam proses perbaikan sehingga masih menggunakan jembatan darurat.

“Untuk ruas jalur itu, saya meminta pengguna jalan untuk bergantian dengan menggunakan sistem buka tutup dan ada petugas yang mengaturnya,” katanya.

Ketiga, ruas Banjarnegara-Wanayasa rusak akibat longsor di daerah Pawedan, sekarang telah ditangani pasca bencana dengan perkerasan (rigid) di target pada lebaran telah fungsikan

Keempat, ruas bandungsari-salem di desa bandungasari Banjarharjo Brebes yang masih mengalami kerusakan akibat bencana tanah longsor beberapa waktu lalu.

“Penanganannya sekarang yakni dengan pembukaan jalur alternatif kurang lebih sekitar 8 KM agar jalur daurat tersebut dapat dilintasi kendaraan roda empat pada saat lebaran,” ujarnya.

Kelima, di Ruas jalur simpang tiga blabak Magelang dilakukan percepatan perbaikan jalan.

“kita pantau banyak H-7 harus sudah dibuka untuk lalu lintas lebaran,” jelasnya.

Alwin, mengatakan, sorotan kedua pada Jalur Nasional, yakni Pertama, pada pembangunan Underpass karangsawah pada ruas Aji barang Tegal dipastikan belum selesai pada saat lebaran tahun ini, sehingga lalu lintas tetap menggunakan jalur resisting (jalur lama).

“Untuk itu perlu pengaturan antisipasi kemacetan disiapkan jalur alternatif jalan kabupaten yaitu Jalan karangjongkeng 6 KM hanya untuk kendaraan kecil karena lebar resisingnya 4 meter untuk dua arah,” jelas Ketua DPD BMI Jateng itu.

Kedua, wilayah Semarang prediksi kepadatan hanya di dua tempat yaitu pekerjaan rigid ruas Jalan Yos Sudarso dan Kaligawe ditargetkan tidak ada beda tinggi pada saat keras mudik dan lebaran.

Ketiga, pekerjaan ruas jalur pantura lainnya di targetkan pada H-10 sudah selesai dan siap difungsikan bagi pemudik.

“Sudah harus selesai dan tidak ada beda tinggi lebih tinggi lupa nanti dapat menimbulkan banyak kecelakaan,”

Keempat, ruas pansela bagian selatan diprioritaskan perbaikan Jalan Tambakmulyo-Wawar (Jalan Deandels) dan pembangunan jalan lukulo terdapat kendala teknis sehingga H-7 lalu lintas diarahkan ke jalur existing di Kabupaten.

“Perlu ada koordinasi dengan Kabupaten setempat untuk jalur alternatifnya dipasang rambu-rambu,” katanya.

Kemudian pada Jembatan Kol. Sunandar yaitu Demak-kudus, Jembatan Grogol Kota Pekalongan, jembatan Tirtonadi, Solo adalah pekerjaan duplikasi sihingga lalu lintas tetap menggunakan jalur resisting dan Fly over Manahan.

“Jalur ini masih dalam proses perbaikan perlu rekayasa lalu lintas oleh pemerintahan Kota Solo biar tidak macet di dalam kota,” ujarnya.

Lanjut Alwin menambahkan, sorotan terakhir pada Tol Trans-Jawa, yakni ini ada sejumlah titik yang perlu diperhatikan, Pertama, Tol berbayar yaitu Gerbang keluar yang berada di gerbang tol Pemalang Barat, mulai dari Jalur Gandulan Pemalang yang akan diuji cobakan Tanggal 1 Juni 2018 nanti dengan 16 gardu untuk ke arah batang dan 8 gardu untuk ke arah Pemalang.

“Semoga nanti jalur tersebut sudah lancar, dan bisa digunakan bagi pemudik,” katanya.

Kedua, Tol fungsional ruas Pemalang-Batang-Semarang akan dibuka fungsional dengan perkerasan (rigid) dan aspal kemudian yang exit tol ditargetkan keluar tol fungsional adalah ujung gerbang Tol Krapyak, sehingga perlu adanya rekayasa lalu lintas untuk Simpang Krapyak.

Ketiga, Tol Bawen-Salatiga dan tol fungsional, khusus Tol bawen-salatiga dibuka satu arah saja pada saat mudik dan balik lebaran nanti.

“Jadi saat arus mudik dari Jakarta ke Semarang, Semarang ke Solo, yang dari Solo ke Semarang ditutup,” ujar Politisi PDI Perjuangan itu.

Kemudian yang sedangkan Tol ruas Salatiga – Boyolali dibuka fungsional dikarenakan jembatan kentang masih dalam proses pengerjaan.

“Karena fungsional jadinya perlu kita sudah koordinasi dengan rekanan kontraktor setempat harus ada penyiraman air jangan sampai ada debu-debu bertebaran itu, nanti kalau sudah maksimal kami minta distop lebih diarahkan ke jalan alternatif,” ujarnya

Keempat, Tol Kertosono Ngawi untuk tol yang dari arah Jawa Timur maka tol ngawi sampai dengan Kartosuro sudah difungsikan secara berbayar dengan eksit Kartosuro Sragen dan ngawi. (WN-018).

Editor : Hanifah