BERBAGI
Ketua DPRD Kota Semarang, H Supriyadi, S.Sos (Foto : WN)

SEMARANG, Warta Nasional – Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi menilai pelayanan taksi Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang kurang profesional dalam memberikan pelayanan bagi penumpang.

“Telah terjadi sebuah bentuk praktik monopoli usaha angkutan yang seharusnya tidak terjadi di sana,” katanya kepada wartanasional.com, Minggu (10/06/2018).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, layanan angkutan taksi Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang dikritik oleh para penumpangnya melalui media sosial belum lama ini. Salah satunya adalah akun Twitter bernama @hallo_dimas yang mengungkap runtut bagaimana dirinya kesulitan mendapatkan layanan taksi bandara.

Hingga dihadang oleh orang yang dituliskannya sebagai oknum aparat, diduga dari pihak pengelola taksi bandara saat menumpang layanan taksi luar bandara.

Supriyadi mengatakan, peristiwa tersebut tak seharusnya terjadi. Praktek yang sebagaimana ia sebutkan sudah terindikasi sebagai upaya monopoli usaha itu seharusnya ditiadakan.

“Ya tidak bisa, yang namanya monopoli usaha berdasarkan aturan yang ada seperti itu tidak bisa. Negara kita berdasarkan Pancasila, ekonomi berdasarkan Pancasila juga. Itu melanggar dan kalau bisa diatur,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (10/6).

Ia mengatakan pengaturan sangatlah diperlukan, lantaran selain mengantisipasi adanya pola monopoli usaha, dalam hal ini yang dirugikan juga masyarakat.

“Ada tata tertib, tidak langsung yang dirugikan penumpang. Semua diperbolehkan masuk, asal ada tata tertib bagi yang beroperasi di sana,” ujar Politisi PDI Perjuangan itu.

Lanjut supriyadi menyampaikan, perlunya antisipasi lebih dari Bandara agar masyarakat tak kembali dirugikan. Dalam hal ini adalah selalu menjaga ketersediaan angkutan dari dalam bandara. Mengingat lonjakan penumpang yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu, terutama selama musim mudik Lebaran ini. Atau bagi mereka yang mendarat mendekati jam-jam tengah malam.

“Sedianya Angkasa Pura menyediakan angkutan-angkutan cadangan. Jangan sampai armada habis, penumpang terlantarkan. Apalagi ini musim mudik. Tentunya seperti BRT (Bus Rapid Transit) harus dipersiapkan standby sampai malam menyesuaikan jadwal penerbangan,” pungkasnya. (WN-10)

Editor : Annisa