BERBAGI
ilustrasi

Warta Nasional — Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Kupang mencatat periode Januari-Juni 2018 jumlah penderita virus mematikan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV-AIDS) di ibu kota provinsi NTT itu mencapai 1.323 kasus, meningkat dari sebelumnya.

Sekretaris KPA Kota Kupang Steven Manafe kepada wartawan di Kupang, Jumat mengatakan bahwa dari jumlah yang meningkat dari 2017 tercatat 1.268 kasus tersebut, kecamatan Maulafa Kota Kupang menempati urutan pertama terbanyak penderita AIDS-nya. “Kecamatan Maulafa merupakan daerah yang menjadi tertinggi kasus pengidap HIV-AIDS di kota Kupang dengan jumlah mencapai 251 orang atau jika diprosentasekan 19 persen,” katanya.

Ia mengatakan jumlah 1.323 penderita HIV-AIDS di Kota Kupang itu mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya tercatat 1.268 kasus.

Steven menambahkan bahwa berbagai cara sudah dilakukan untuk menurunkan angka penderita di Kota Kupang, namun hingga saat ini jumlahnya masih terus akan meningkat sampai akhir 2018. “Berbagai tindakan preventif seperti sosialisasi dan ‘Mobile Voluntary Conseling and test (VCT)’ atau pengambilan sampel darah di 51 kelurahan sudah terus kami lakukan namun hingga kini belum memberikan dampak yang positif,” tambahnya, seperti dikutip Antara.

Steven lebih lanjut menilai bahwa hal tersebut terjadi karena kurangnya kesadaran masyarakat di kota itu untuk lebih sehat dalam pergaulannya. “Perilaku dan pergaulan yang tidak dijaga lah yang menjadi penyebab hal ini. Karena memang kota Kupang hampir setiap tahun mengalami peningkatan jumlah penderita HIV-AIDS,” tambahnya.

Lebih lanjut ia berharap agar masyarakat kota Kupang bisa lebih menjaga pergaulannya sehingga tak menjadi penyebar virus mematikan di dalam lingkungan apalagi dalam sebuah keluarga.