BERBAGI
ilustrasi

SITUBONDO, Warta Nasional – Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Situbondo, Abu Bakar Abdi mengungkapkan bahwa Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, akan membuat aplikasi untuk memantau keberadaan pasien gangguan jiwa yang sudah sembuh dan kembali dipasung oleh keluarganya.

“Selama menjalani pengobatan di Puskesmas Kecamatan Mlandingan, puluhan orang gangguan jiwa sebagian sembuh total dan sebagian lagi mengalami kekambuhan sehingga kembali dipasung sampai di rumah oleh keluarganya,” ujarnya, Jumat (10/08/2018).

Abu menuturkan, Dinas Kesehatan telah tuntas membebaskan orang dengan gangguan jiwa yang mengalami pemasungan sejak 2017.

“Sebanyak 45 orang sudah menjalani pengobatan di Puskesmas khusus pasien gangguan jiwa dan sebagian dari pasien gangguan jiwa itu sudah sembuh total dan bahkan ada yang sudah bekerja,” Paparnya.

Namun, Dinas Kesehatan Situbondo masih menemukan mereka yang sudah sembuh kembali dipasung.

“ada beberapa yang kami temukan setelh mereka sembuh kembali dipasung.itu dilakukan karena mereka kambuh lagi,” tuturnya.

Lanjutnya, umumnya mereka kekambuhan karena faktor lingkungan kurang mendukung, baik keluarga maupun lingkungan sosial sekitar.

“oleh karena itu dinkes akan membuat aplikasi untuk memonitor pasien tersebut. Baik untuk pengobatan lanjutan hingga mengontrol emosinya,”jelasnya.

Abu Bakar menjelaskan, semua pembiayaan pasien bebas pasung ditanggung pemerintah dan selama proses pengobatan ditaksir menghabiskan biaya Rp10 juta per orang.

Saat ini puskesmas Mlandingan sudah menjadi rujukan penanganann pasien gangguan jiwa yang dipasung oleh sejumlah kabupaten tetangga.

“ada beberapa pasien dari kabupaten tetangga yang dirujuk di puskesmas Mlandingan ini, seperti Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (WN-10)

Editor : Nikmah