BERBAGI
Foto : Ilustrasi

SUKOHARJO, Warta Nasional – Seorang pengrajin  asal Kampung Soka Desa Madegondo Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo , Farida Rohmawati (29) mengaku kebanjiran pesanan seserahan dan mahar pernikahan pada musim hajatan.

Warga RT 04 RW 03 Soka Madegondo Karanganyar itu mengatakan permintaan seserahan dan mahar untuk pernikahan pada musim hajatan seperti saat ini rata-rata bisa mencapai tujuh paket per hari.

“rata-rata perhari bisa mencapai tujuh paket pesanan,” ujarnya pada wartanasional.com, Selasa (21/08/2018).

Ia melanjutkan, jika lagi sepi hajatan seperti bulan puasa hampir tidak ada pesanan untuk membuat seserahan atau mahar pernikahan.

Farida mengungkapkan omzet dari hasil bisnis ini antara Rp11 juta hingga Rp15 juta per bulan.

“Orderan bisa berupa  kotak lamaran, cincin, seserahan pernikahan, kartu undangan, dan lainnya,” tuturnya.

Ia menyebutkan, pesanan jasa kerajinan seserahan dan mahar pernikahan datang dari berbagai daerah seperti Wonogiri, Sragen, Klaten, Solo, Salatiga, Karanganyar, Boyolali, hingga ke Jakarta.

“Saya menawarkan jasa membuat seserahan lebih murah satu paket hanya antara Rp400 ribu hingga Rp700 ribu. Order bulan ini, mencapai 35 paket,” jelas Farida

Menurut dia, kerajinan seserahan dan mahar pernikahan masih jarang di daerah seperti Sukoharjo, sehingga banyak yang menggunakan jasa pengrajin. Konsumen bisa mengetahui melalui penawaran baik online maupun pameran-pameran yang diadakan dinas terkait.

“untuk bahan-bahan bisa dari kita, bisa juga dari konsumennya langsung,” paparnya.

Farida juga menjelaskan bahwa ia bersama dua teman setelah lulus kuliah bekerja di sebuah perusahaan masing-masing, tetapi mereka terpaksa keluar dari tempat kerja untuk menekuni bisnis ini.

lulusan sarjana Sastra Indonesia UNS Surakarta ini mengaku bahwa bisnisnya ditekuni sejak awal 2017 hingga sekarang dengan mengajak dua teman kuliah dengan modal awal masing-masing hanya Rp500 ribu.

“Alhamdulilah, bisnis usaha mikro kecil menengah (UMKM) kini sudah makin berkembang,” pungkasnya. (WN-021)

Editor : Nikmah