BERBAGI
ilustrasi

BANTUL, Warta Nasional – Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan produksi sapi dari seluruh kabupaten dan kota provinsi ini dapat mencukupi kebutuhan masyarakat atau pengusaha daging setempat terhadap ternak tersebut.

“Kebutuhan ternak sapi di DIY per hari rata-rata yang dipotong sebanyak 80 ekor, dikalikan sekitar 350 hari, itu kebutuhan sapi setahun, kata Kepala Dinas Pertanian (Distan) DIY, Sasongko, Kamis (18/10).

Menurut Sasongko, populasi sapi dari empat kabupaten dan satu kota di DIY saat ini sekitar 350.000 ekor, sehingga jika dihitung kebutuhan sapi DIY dalam setahun yang kurang dari 30.000 itu bisa dipenuhi dari daerah sendiri.

“Kita cukup, kelahiran (ternak) dengan yang dipotong cukup. Itu (pemotongan 80 sapi per hari, red) untuk mencukupi kebutuhan DIY,” katanya.

Sasongko menjelaskan bahwa guna menjaga ketersediaan bahkan percepatan peningkatan populasi sapi DIY, pemerintah menggulirkan program Upaya Khusus (Upsus) Sapi Indukan Wajib Bunting (Siwab) dengan layanan Inseminasi Buatan (IB) gratis.

“Target sapi yang di-IB untuk DIY pada 2018 sekitar 100.800 sapi, namun itu tidak semuanya akan lahir. Targetnya sekitar 80 persen dari 100.800 sapi yang di-IB tersebut melahirkan,” ujarnya.

Terkait dengan pencapaian program tersebut di wilayah Bantul, Sasongko menyatakan cukup bagus meski masih banyak petugas lapangan yang belum menyerahkan laporan-laporan karena proses masih berjalan.

“Realitas di lapangan cukup bagus, misalnya para petani menyampaikan punya lima ekor sapi ternyata 100 persen sudah bunting, meski belum semuanya, tetapi ini bisa memberi gambaran bahwa kegiatan ini cukup berhasil,” pungkasnya.

Menurut Sasongko, jenis sapi yang disasar dalam program Upsus Siwab ini disesuaikan dengan keinginan peternak, semua jenis sapi akan dipenuhi, namun diharapkan ternak yang diikutkan adalah sapi berkualitas. (Ant)