BERBAGI
Ketua KPID Jawa Tengah, Budi Setyo Purnomo (Foto : WN)

SEMARANG, Warta Nasional – Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah, Budi Setyo Purnomo, mengajak masyarakat dan mahasiswa untuk menjadi agen literasi media.

“Tak sebatas mahasiswa saja, masyarakat juga diharapkan bisa menjadi agen literasi media,” katanya saat menerima kujungan perwakilan dari Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Universitas Semarang (USM) di Kantor KPID Jateng, Rabu (5/12/2018).

Budi SP mengatakan, kunjungan ini terkait kerjasama antara KPID Jateng dengan FTIK USM dalam kegiatan literasi media, pembuatan aplikasi sistem pengawasan radio dan televisi di Jawa Tengah, serta pembentukan masyarakat peduli penyiaran khususnya bidang ilmu komunikasi.

“Kerjasama ini berkesinambungan dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan. USM sebagai inisiator misalnya akan membuat komunitas mahasiswa ilmu komunikasi yang juga bekerjasama dengan Perguruan Tinggi lainnya untuk melakukan diskusi-diskusi terkait pengawasan isi siaran. Parameternya tetap dari KPID,” ujarnya.

Dalam kunjungan itu nampak hadir, Wakil Dekan FTIK Errika Dwi Setya Watie, dan Kajur Ilmu Komunikasi Fajriannoor Fanani beserta jajarannya disambut baik oleh Ketua KPID Jateng Budi Setyo Purnomo dan Komisioner Sonakha Yuda Laksono, Setiawan Hendra Kelana serta Isdiyanto Isman.

Diharapkan oleh Budi SP,  kesinambungan ini akan selalu membangun kerjasama antara kalangan akademisi dan KPID. Termasuk mengadakan kegiatan literasi media

Lanjut Budi SP, menyampaikan masyarakat dapat menjadi agen literasi media, dengan cara minimal di lingkungan keluarganya bisa menjadi contoh untuk memilih dan memilah tayangan televisi yang sehat.

“Bagi orangtua, mereka bisa menjadi panutan dalam pendampingan menonton tayangan televisi. Karena, tayangan yang buruk dan sudah tertanam di otak anak akan sulit untuk dihilangkan,” tutur Budi.

Ditambahkan Budi SP, KPID Jateng terbuka untuk melakukan kerjasama dengan Perguruan Tinggi, Pondok Pesantren maupun komunitas.

“Jika literasi media dilakukan secara masif, dampaknya pengawasan semakin mudah dan isi siaran menjadi lebih baik,” pungkasanya. (WN-004)

Editor : Hanifah