BERBAGI
Jabar Masagi/Foto: Akun Twitter Ridwan Kamil

BANDUNG, Warta Nasional – Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera menggulirkan program “Jabar Masagi” dalam upaya membentuk generasi pemuda yang tangguh dalam hal spiritual dan sosial.

“Jadi pintar secara IQ saja tidak cukup. Kita ingin memasukan ESQ, masuklah Jabar Masagi dengan empat (nilai) Surti, Harti, Bukti, Bakti,” ujar Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa.

Secara konsep, Jabar Masagi merupakan pendidikan karakter yang berorientasi pada pendidikan budi pekerti, akhlak sosial, keluhuran nilai-nilai kearifan lokal.

Program ini akan menjadi kurikulum di sekolah yang terintegrasi dengan kurikulum pendidikan nasional. Implementasinya dapat diintegrasikan dalam kegiatan belajar, maupun kegiatan ekstrakurikuler.

Lahirnya Jabar Masagi dilatarbelakangi akibat terus berkembangnya teknologi, yang berdampak pada derasnya arus informasi yang beredar terutama di media sosial berpengaruh pada kondisi psikologis para pelajar.

“Kalau mereka salah pergaulan, maka karakter mereka akan rusak. Pintar tapi julid, pintar tapi nyinyir, pintar tapi tidak santun, dan seterusnya. Dites tidak hapal Pancasila, tidak hapal Indonesia Raya, gitu kan. Nah, itu yang harus kita lawan,” kata dia.

Masagi sendiri berasal dari bahasa Sunda yang berarti persegi/kotak. Arti dari kotak ini digambarkan sebagai kesatupaduan yang utuh dari seseorang dalam menerapkan pengalaman serta ilmu pengetahuan yang dimiliki.

Ada empat konsep yang ditawarkan dalam Jabar Masagi yakni cinta agama, bela negara, budaya, dan lingkungan. Keempat aspek ini akan disisipkan dalam kegiatan pembelajaran agar siswa memiliki karakter tangguh dan positif.

“Sehingga nanti lulusan-lulusan pelajar di Jabar, selain cerdas, dia punya akhlak dan karakter yang membanggakan, dan punya spirit pejuang, spirit kompetitif,” kata dia. (Ant)