BERBAGI
ilustrasi/istimewa

PALANGKA RAYA, Warta Nasional – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyampaikan apresiasinya terhadap Provinsi Kalimantan Tengah, karena telah berhasil menyelesaikan program pembangunan satu desa satu PAUD secara merata.

Keberhasilan tersebut menunjukkan pemerintah provinsi bersama kabupaten/kota memiliki kepedulian besar terhadap pendidikan anak usia dini, kata Direktur Pembinaan PAUD Kemendikbud Muhammad Hasbi usai Pengukuhan Bunda PAUD se-Kalteng di Palangka Raya, Kamis.

“Keberhasilan Pemerintah se-Kalteng membangun satu desa satu PAUD itu sangat tepat, karena secara langsung merealisasikan program pusat. Pemerintah Pusat memang mendorong anak usia dini menjadi salah satu tulang punggung pendidikan,” ucapnya.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 2 tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal, pada tahun 2019 pendidikan anak usia dini menjadi salah satu kewajiban yang harus diakomodir pemerintah, baik itu provinsi, kabupaten maupun kota.

Hasbi menyebut telah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa investasi di bidang pendidikan dini, jauh lebih baik daripada investasi di bidang pendidikan lain.

“Anak yang terlebih dahulu menempuh pendidikan usai dini pun, akan punya prestasi yang lebih besar. Jadi porsi pendidikan ini harus diperhatikan pemerintah,” kata Hasbi.

Sementara itu, Bunda PAUD Kalteng Yulistra Ivo Azhar Sugianto Sabran mengakui, untuk mewujudkan keinginan Pemerintah Pusat di bidang pendidikan usia dini tentu harus didukung oleh semua pihak.

Ia pun meminta Bunda PAUD kabupaten/kota se-Kalteng mengedukasi para orangtua agar memberikan anaknya pendidikan usai dini, sebelum dimasukan ke jenjang pendidikan dasar.

“Kami menginginkan anak-anak di Kalteng bisa mengembangkan potensinya melalui pendidikan usia dini. Tentu ini berhubungan dengan kemajuan pembangunan di provinsi Kalteng,” demikian istri Gubernur Kalteng itu. (Ant)