BERBAGI
ilustrasi/istimewa

PEKALONGAN, Warta Nasional – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mencatat sejumlah desa di lima kecamatan Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, belum teraliri listrik karena adanya beberapa hal kendala untuk memasang tiang listrik.

Manajer PT PLN APJ Pekalongan, Joko Hadi Widayat di Pekalongan, Kamis, mengatakan bahwa dengan letak dan kondisi geografis yang sulit dijangkau maka PLN kesulitan memobilisasi pemasangan tiang listrik.

“Kami harus bekerjasama dengan memasyarakat untuk membawa tiang listrik ke lokasi yang dituju meski harus menggunakan sarana tradisional seperti gerobak karena kondisi maupun letak geografis tidak dapat dilewati truk,” katanya.

Sejumlah desa yang belum teraliri listrik tersebut, antara lain desa di Kecamatan Lebakbarang, Paninggaran, Kandangserang, Doro, dan Petungkriono.

Ia mengatakan PLN terus berupaya meningkatkan rasio elektrifikasi di Jawa Tengah, yang ditargetkan pada 2021-2022 bisa mencapai angka 99,9 persen.

Untuk dapat mencapai target tersebut, kata dia, semua daerah di Jawa Tengah juga terus menggenjot akses listrik hingga ke desa, tidak terkecuali di wilayah eks-Keresidenan Pekalongan.

“Adapun, sebagian wilayah eks-Keresidenan Pekalongan yaitu Kabupaten Batang, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Pekalongan, tingkat rasio elektrifikasi sudah mencapai angka 97 persen,” katanya.

Ia mengatakan untuk menuju pencapaian target rasio elektrifikasi, PLN juga bersinergi dengan pemerintah daerah yaitu Kabupaten/Kota Pekalongan, dan Batang.

“Saat ini, pemerintah juga memberikan keleluasaan pada pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan ketahanan listrik di wilayahnya, terutama bagi daerah yang belum berlistrik. Tentunya semua harus saling bersinergi dari semua stakeholder dan juga pemda,” katanya.

Ia menambahkan pemerintah bekerjasama dengan PLN juga memiliki program pekerjaan sambungan listrik gratis rumah bagi warga kurang mampu yang pada 2018 masih terdapat 343 tambahan pelanggan. (Ant)