BERBAGI

Lebak, Banten, Warta Nasional – Pemungut durian jatuh di Kabupaten Lebak, Banten, tampak ramai memadati kawasan hutan, karena banyak pohon durian yang berbuah.

“Kami bersama puluhan warga pergi ke hutan hingga dinihari memungut durian jatuh,” kata Supadma, seorang warga Desa Sindangwangi Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, Selasa.

Buah durian jatuh itu tentu dijamin buahnya sudah mateng dan memiliki aroma, sehingga banyak dikejar pemungut.

Selain itu juga harga buah durian jatuh cukup mahal hingga mencapai Rp150 ribu per buah.

Mereka para pemungut durian berramai-ramai mendatangi kawasan hutan sejak malam hingga dini hari.

Sebab, banyak pohon durian di kawasan hutan yang berbuah.

Apabila, buah durian itu jatuh di atas pohon maka pemungut bergerak cepat saling mencari ke lokasi jatuhnya buah tersebut.

“Kami semalam bisa mendapatkan lima sampai tujuh buah durian jatuh dan jika dijual bisa menghasilkan Rp600-700 ribu,” katanya.

Menurut dia, budaya memungut durian jatuh di daerahnya dilaksanakan hanya musim buah durian saja bisa ramai kawasan hutan.

Meski durian itu milik orang lain, namun jika memungut buah jatuh tidak ada masalah.

Mereka para pemungut durian jatuh menggunakan sepatu boot untuk melindungi gigitan ular berbisa.

“Kami merasa senang dan gembira jika dikegelapan menemukan buah durian jatuh,” katanya.

Begitu juga Santa, seorang warga Badui mengaku bahwa dirinya sejak sepekan terakhir ini memungut durian jatuh hingga menginap di kawasan hutan.

Sebab, buah durian jatuh cukup banyak sehubungan memasuki musim panen.

“Kami semalam bisa menghasilkan uang Rp1 juta dengan memungut durian sebanyak 20 buah dan dijual harga Rp50 ribu per buah,” katanya.

Sementara itu, para pencinta buah durian di Rangkasbitung mengatakan mereka sudah memesankan kepada pedagang untuk membeli durian jatuh di atas pohon atau “gublukan”.

Biasanya, durian jatuh di atas pohon tidak diragukan lagi kualitasnya juga beraroma.

“Kami kerapkali memesan ke pedagang sebanyak lima buah durian jatuh dengan hrga Rp700 ribu,” kata Hamid, seorang penikmat durian jatuh warga Rangkasbitung Kabupaten Lebak. (Ant)