BERBAGI
Foto: Ilustrasi/istimewa

BREBES, Warta Nasional – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginstruksikan kepala daerah di 35 kabupaten/kota bergerak melakukan berbagai tindakan pencegahan merebaknya penyakit deman berdarah dengue (DBD), terutama pada musim hujan.

“Bupati/wali kota saya minta untuk segera bergerak, kader kesehatan juga harus bergerak, tapi yang paling penting adalah rumah tangga, tolong genangan air, sampah dan sebagainya mulai hari ini kita gerakkan ‘resik-resik’ lingkungan,” kata Ganjar di sela kunjungan kerja di Kabupaten Brebes, Kamis (17/1).

Selain itu, masyarakat juga diimbau bersikap aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan masing-masing sebagai upaya memberantas nyamuk penyebab penyakit DBD, termasuk mengintensifkan Gerakan 3M yakni menguras dan menutup tempat-tempat penyimpanan air, dan mengubur barang-barang bekas.

Terkait penanganan saat ini, Ganjar mengaku telah memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan untuk melakukan survei ke beberapa tempat yang marak terjangkit penyakit DBD.

“Saya sudah perintahkan Dinas Kesehatan segera melakukan survei ke beberapa tempat, kalau nanti butuh tindakan khusus nanti akan ada lakukan sejumlah treatment¬†untuk itu dan saya minta untuk didata seluruh Jateng, serra dilaporkan ke kami secepatnya, nanti segera dapat diambil tindakan agar tidak banyak korban jatuh,” ujarnya.

Terkait penetapan status kejadian luar biasa (KLB) kasus DBD, Ganjar menjelaskan jika keputusan itu hingga saat ini belum dilakukan pihaknya.

“Nanti biar dinas yang menghitung semuanya, apakah pada titik tertentu kita menetapkan KLB, jika nanti syaratnya memenuhi, maka kami tidak akan ragu menetapkan situasi apapun,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengimbau warga Jateng berperan aktif memantau jentik nyamuk di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Ia menyebutkan sepanjang 2018 jumlah kasus DBB mengalami penurunan jika dibandingkan tahun sebelumnya yakni 8,68 kasus per 100 ribu jiwa penduduk, sedangkan pada 2017, jumlahnya mencapai 22 kasus per 100 ribu jiwa penduduk.

“Oleh karena itu saya mengimbau kepada warga mewaspadai demam berdarah dan pemberantasan yang paling efektif dan sederhana serta murah adalah dengan melibatkan masyarakat sendiri,” ujarnya. (Ant)