BERBAGI
Raja Kamboja Norodom menghadiri peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Kamboja

PHNOM PENH, Warta Nasional – Raja Kamboja Preah Bat Samdech Preah Boromneath Norodom Sihamoni menghadiri Pertunjukan Budaya Bersama, Indonesia-Cambodia Friendship Joint Cultural Performance, untuk memperingati 60 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Kamboja.

Pertunjukan budaya yang diselenggarakan atas kerja sama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh dengan Pemerintah Kerajaan Kamboja itu digelar di Chaktomuk Convention Hall di Phnom Penh pada Rabu (13/2) malam.

Pertunjukan kebudayaan itu dihadiri oleh beberapa Menteri Kamboja, salah satunya Menteri Luar Negeri Kamboja Prak Sokhonn dan juga Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Puan Maharani sebagai tamu kehormatan.

Joint Cultural Performance itu diisi dengan berbagai pertunjukan yang terdiri dari tarian dan nyanyian Indonesia dan Kamboja yang disajikan oleh Balet Kerajaan Kamboja dan tarian tradisional Indonesia yang dibawakan oleh kelompok tari Kinarya Gencar Semarak Perkasa yang dibentuk oleh Guruh Soekarno Putra.

Pertunjukan musik dari Pusat Kebudayaan Indonesia di Kamboja (Pusbudi Nusantara) dan Mini Chamber Orchestra yang disusun oleh pianis Indonesia di Kamboja, Metta Legita.

Beberapa lagu Indonesia yang ditampilkan dalam pertunjukan budaya itu, antara lain, Bengawan Solo serta Madu dan Racun. Ada juga pertunjukan angklung dan kolintang yang dibawakan oleh Pusbudi Nusantara.

Sementara itu, beberapa tarian tradisional Indonesia yang turut ditampilkan, antara lain, Tari Gending Sriwijaya, Tari Trenggo Taruna, Tari Gandrung Sekar Dewi, Tari Topeng Kelana dan Tari Lenggang Seri Kencana.

Berbagai tarian tradisional Indonesia itu dibawakan oleh kelompok tari Kinarya Gencar Semarak Perkasa yang dibentuk oleh Guruh Soekarno Putra yang turut hadiri dalam acara tersebut.

Pada akhir acara, Raja Kamboja Norodom Sihamoni menerima tanda mata berupa lukisan dari Guruh Soekarno Putra.

Hubungan diplomatik Indonesia-Kamboja dibuka pada 13 Februari 1959, namun masyarakat kedua negara telah berinteraksi sejak berabad-abad sebelumnya karena kedekatan budaya, kata Menteri Luar Negeri Kamboja Prak Sokhonn.

Acara pertunjukan budaya untuk memperingati 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Kamboja itu juga dihadiri oleh para pejabat Istana Kerajaan Kamboja dan pejabat kementerian Kamboja serta anggota parlemen dan senat Kamboja.

Korps diplomatik dan organisasi internasional, lembaga swadaya masyarakat, perwakilan warga negara Indonesia di Kamboja, Alumni Indonesia (siswa Kamboja yang telah belajar di Indonesia), warga Indonesia di Kamboja. (Ant)