BERBAGI
ilustrasi/istimewa

BANDA ACEH, Warta Nasional – Bupati Aceh Besar Mawardi Ali meninjau lokasi jembatan gantung yang putus akibat banjir bandang yang melanda kawasan tersebut beberapa waktu lalu di Gampong Siron Blang, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar,

“Jembatan ini merupakan satu-satunya penghubung kedua gampong dan tentu pemakaian dari jembatan ini sangat penting untuk transportasi warga dan juga anak-anak sekolah,” kata Mawardi Ali di Aceh Besar, Jumat (15/2).

Pernyataan itu disampaikannya usai kunjungan dan menaiki langsung rakit yang saat ini menjadi sarana penghubung yang digunakan anak sekolah dan warga setempat.

Mawardi menjelaskan untuk kelancaran transportasi warga setempat, pihaknya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar telah mengerahkan “boat fiber” untuk penyebrangan Krueng Keumireu dan akan menyediakan bus sekolah untuk para pelajar Gampong Siron agar tetap bersekolah.

“Pemerintah sudah menyediakan boat fiber sebagai alat transportasi air untuk menyebrang dan juga tersedianya rakit masyarakat tapi yang paling penting adalah anak sekolah akan disediakan bus untuk mengangkut anak sekolah untuk jalan darat,” kata Mawardi Ali.

Menurut dia untuk penanganan awal, anak-anak sekolah dasar kelas 1, 2 dan 3 yang selama ini menjalani proses belajar di seberang sungai akan dipindahkan ke gedung serba guna Gampong Siron.

“Langkah ini diambil supaya anak-anak ini tidak lagi melintasi sungai, jadi mereka bisa bersekolah di sana untuk sementara dan murid kelas 4 hingga 6 tetap sekolahya SD Siron dan diantar menggunakan bus nantinya,” katanya,

Sementara untuk pembangunan jembatan penghubung kedua gampong tersebut pihaknya akan meminta kepada Pemerintah Aceh untuk ditetapkan sebagai tanggap darurat dan meminta sesegara mungkin membangun jembatan yang putus itu.

“Jembatan ini sudah dilakukan survei dan akan diperbaiki tahun 2020,” katanya.

Selain meninjau jembatan gantung Siron, Bupati Aceh Besar dan rombongan juga melihat langsung jembatan gantung yang terletak di Gampong Kruweung Blang, di mana beton pondasi beton jembatan telah terangkat dari dasar sehingga menyebabkan jembatan hampir jatuh ke sungai dengan kemiringan 45 derajat.

Keuchik Gampong Siron Blang, Mustafa berharap kepada pemerintah untuk segera membangun jembatan baru, sehingga warga setempat tidak lagi menggunakan rakit. (Ant)