BERBAGI
ilustrasi/istimewa

PONTIANAK, Warta Nasional – Kodam XII/Tanjungpura memberangkatkan dua batalion infanteri, yakni Yonif Raider 301/Prabu Kiansantang, dan Yonif Mekanis 643/Wanara Sakti untuk menggantikan tugas pasukan Yonif 511/Dibyatara Yudha dan Yonif 320/Badak Putih untuk menjaga kawasan perbatasan.

Pangdam XII/Tanjungpura Mayor Jenderal Achmad Supriyadi, di Sungai Raya, Kamis (21/2), mengatakan merupakan sebuah kehormatan seorang prajurit turut serta dalam menjaga wilayah NKRI, terutama wilayah perbatasan.

“Operasi menjaga keamanan di perbatasan merupakan puncak latihan yang telah mereka jalani selama ini. Makanya prajurit harus selalu siap untuk melakukan yang terbaik bagi bangsa ini,” katanya lagi.

Sebagai pengganti pasukan yang telah selesai tugasnya, Yonif Raider 301/PKS dan Yonif Mekanis 643/WS harus lebih baik lagi ke depannya. “Karena kalian menggantikan satuan yang menjalankan tugasnya dengan bagus dan nyaris tidak ada pelanggaran dan mampu menjaga kerja sama dengan pihak Malaysia,” katanya pula.

Kemudian Pandam XII/Tpr juga mengingatkan dalam melakukan patroli patok, jika mendapatkan kondisi patok batas itu rusak harus segera dicatat. “Jadi tidak boleh digeser, dan jika rusak masukkan dalam catatan laporan bahwa patok di koordinat itu rusak atau kalau hilang cari dan buat catatan bahwa patok nomor sekian tidak ada,” katanya pula.

Selain patok, Satgas Pamtas harus benar-benar melakukan penjagaan terutama pada jalan-jalan tikus (jalan ilegal) yang banyak terdapat di sepanjang perbatasan, karena jalan tersebut sangat rawan dipergunakan untuk penyelundupan termasuk penyelundupan narkotika.

“Pasukan 502 saat bertugas, prestasinya bagus, bahkan mereka berhasil menyita sabu-sabu sebanyak 31 kilogram. Saya berharap kalian juga harus bisa seperti itu menghalau masuk penyelundupan narkoba ke wilayah kita. Kalau penyelundupan narkoba masih bisa lolos artinya kalian tidak dapat hasil apa-apa,” katanya lagi.

Menurut Pangdam, wilayah perbatasan Indonesia (Kalbar)-Malaysia merupakan kawasan yang strategis dan vital, sehingga menyikapi hal tersebut tentunya berbagai kerawanan akan timbul yang menjadi permasalahan dan fenomena kejahatan lintas negara.

Karena itu selalu adakan koordinasi dengan aparat atau instansi terkait yang ada di perbatasan, serta lakukan pembinaan terhadap masyarakat agar kesadaran berbangsa dan bernegara mereka terus meningkat, kata dia.

“Berbuat dan bertindaklah yang terbaik bagi masyarakat, jaga keamanan personel maupun materiil yang kalian bawa, pedomani protap dan adat istiadat serta kearifan lokal yang berlaku di daerah penugasan, sehingga berbagai pelanggaran dapat dicegah serta kemanunggalan TNI dengan rakyat dapat tercapai,” katanya.

Ia menambahkan, tugas pokok Satgas Pamtas RI-Malaysia adalah menjaga kedaulatan negara, jangan sampai wilayah Indonesia dikuasai oleh negara lain.

“Tidak menutup kemungkinan dari negara luar mengambil sesuatu dari tempat kita, maka dari itu harus dijaga,” katanya pula.

“Bantu masyarakat kita di perbatasan dengan memberi pembinaan teritorial, ikut andil menjadi guru di sekolah-sekolah di perbatasan, kemudian, hormati kearifan lokal seperti adat, budaya dan ciptakan keharmonisan bersama masyarakat agar masyarakat perbatasan benar-benar merasa terayomi dan dilindungi. Saya juga meminta Satgas Pamtas ini dapat membantu mempersiapkan pemuda-pemudi perbatasan untuk menjadi TNI,” kata dia.

Sebagai Satgas Pamtas Yonif Raider 301/Prabu Kiansantang akan menempati tugas di Sektor Timur dengan Pos Kotis di Nanga Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, sedangkan Yonif Mekanis 643/Wanara Sakti menempati tugasnya di Sektor Barat dengan Pos Kotis di Entikong, Kabupaten Bengkayang. (Ant)