BERBAGI
Kampus Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta/Istimewa

SOLO, Warta Nasional – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia berjanji proaktif melindungi masyarakat dari penipuan “financial technology” (fintech).

Saat acara “Fintech Goes To Campus di Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara mengatakan OJK dan Kominfo proaktif melindungi masyarakat dari penipuan-penipuan.

“saat ini proses tersebut dibalik, yaitu Kominfo setiap hari melakukan penyisiran layanan fintech kepada masyarakat yang berbasis platform,” katanya

ia menuturkan misalnya dapat 200 fintech, kemudian kami bandingkan dengan daftar dari OJK. Begitu data beda maka kami tutup baik itu situs maupun aplikasi. Ini kami lakukan setiap hari karena ada saja yang menipu.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK RI Wimboh Santoso menegaskan kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat yang segmennya milenial di sekitar kampus.

“Akan terus kami lakukan kepada masyarakat tentang produk fintech, risiko, peran otoritas baik Kominfo maupun OJK. Tujuannya agar generasi muda paham dan terinspirasi, misalnya mereka mau menjadi enterpreneur yang ingin memanfaatkan jasa fintech,” ujarnya.

Terkait hal itu, OJK memberikan fasilitasi berupa infrastruktur seperti fintech center yang ada di OJK, tujuannya untuk konsultasi.

“Untuk fintech ini yang sudah teregister di kami, ya itu yang kami sampaikan ke Kominfo. Kalau tidak ada di platform otomatis diblok Kominfo. Sejauh ini yang diblok sudah lebih dari 600, sedangkan yang terdaftar sudah ada 99,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, OJK juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan pihak UNS.

Ia mengatakan kerja sama tersebut berisi tentang bagaimana OJK memfasilitasi universitas untuk bisa mengembangkan fintech kepada generasi muda.

“Apalagi tahun 2020 UNS akan membuka Prodi Fintech,” Pungkasnya. (Ant/WN)