BERBAGI
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Foto: Istimewa

PURBALINGGA, Warta Nasional – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendorong pegiat kelompok sadar wisata (pokdarwis) untuk membuat “video blog” atau “vlog” sebagai upaya untuk mempromosikan potensi pariwisata di daerahnya kepada masyarakat luas. Selasa (12/3)

“Untuk mengenalkan wisata alam seperti yang ada di Desa Sirau sebetulnya bisa menggunakan ‘vlog’. Apalagi seperti sekarang ini, dengan ‘vlog’ tentu masyarakat bisa dengan mudah melihat wisata yang dipromosikan,” katanya.

Menurut Ganjar, pegiat wisata harus aktif dalam mempromosikan wisata yang ada agar banyak orang yang yang berkunjung.

Selain promosi dari mulut ke mulut, kata dia, pegiat wisata juga bisa menggunakan berbagai media untuk mempromosikannya apalagi pesona alam yang luar biasa sehingga sangat disayangkan jika promosinya kurang.

“‘Vlog’ ini kan mudah untuk dibuat, kita bisa leluasa menjelaskan tentang apa itu ‘Siregol Superland; dan ini bisa dilakukan setiap hari,” Ujarnya

Salah seorang pegiat Pokdarwis Desa Sirau yang bertugas di gerai “Siregol Superland’, Musmin Pramuja mengakui jika promosi wisata Desa Sirau khususnya “Siregol Superland” masih kurang.

Oleh karena itu, dia mengajak para pegiat Pokdarwis Desa Sirau untuk aktif memasyarakatkan “Siregol Superland” agar lebih dikenal masyarakat.

“Kami harus lebih giat lagi dalam promosi dan membuat ‘vlog’ seperti arahan Gubernur Jawa Tengah tadi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengembangan Destinasi dan Sumber Daya Manusia Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purbalingga Wasis Abadi mengaku sepakat dengan arahan Gubernur Jawa Tengah terkait dengan penggunaan “vlog” untuk memromosikan wisata desa.

Menurut dia, hal itu disebabkan “vlog” sangat representatif untuk memasakan potensi pariwisata.

“Oleh karena itu, kami juga akan terus mendorong seluruh pegiat wisata di Purbalingga untuk bisa membuat ‘vlog’. Nantinya vlog-vlog yang dibuat ini bisa dibagikan ke masyarakat melalui media sosial karena teman-teman yang mengelola ini rata-rata milenial jadi mereka pasti sudah paham dengan hal-hal seperti itu,” Pungkasnya. (Ant/WN)