BERBAGI
Foto: Istimewa

MUNTOK, Warta Nasional – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mendorong para pemuda mampu menggerakkan kelompok informasi masyarakat (KIM) untuk mendukung geliat pembangunan daerah.

“Keterbatasan penyebaran informasi dari pemerintah daerah ke masyarakat menjadi salah satu kendala kurang maksimalnya gerak pembangunan, dengan adanya KIM diharapkan mampu menjembatani kesenjangan tersebut,” kata Kepala Diskominfo kabupaten Bangka Barat, M Kaidi di Muntok, Rabu (13/3).

Menurut dia, agar KIM yang sudah terbentuk di beberapa desa mampu menjadi jembatan informasi baik dari pemerintah ke masyarakat maupun sebaliknya, dibutuhkan pengelola yang aktif, peduli dan memiliki keinginan kuat untuk maju dan memajukan desanya.

“Pengelola KIM perlu ditangani para pemuda, toh saat ini sudah banyak warga desa yang sarjana dan diploma, mereka potensial untuk menjadi penggerak pembangunan desa, salah satunya dengan mengelola KIM,” ujarnya.

Sampai saat ini di Kabupaten Bangka Barat sudah terbentuk sebanyak 11 KIM dan telah mendapatkan legalitas dari pemkab setempat.

11 kelompok itu terdapat di Kecamatan Kelapa tiga kelompok, Muntok dua kelompok, Jebus satu kelompok, Parittiga dua kelompok dan di Kecamatan Simpangteritip tiga kelompok.

“Kami targetkan di seluruh 64 desa/kelurahan nantinya berdiri KIM yang digerakkan para pemuda agar kemlompok itu aktif dan memberi manfaat bagi warga di sekitarnya,” tambahnya.

Menurut dia, keberadaan KIM akan memudahkan dalam penyebaran berbagai informasi yang dibutuhkan masyarakat, seperti berbagai program dan kegiatan pemerintah daerah yang menyentuh langsung ke masyarakat.

Selain menyebarkan informasi dari pemerintah, KIM juga menjadi wadah untuk mengelola berbagai informasi potensi desa masing-masing sehingga mendukung upaya promosi berbagai produk unggulan warga di lingkungan desa.

Untuk memudahkan penyebaran informasi, pihaknya sudah membekali para pengelola dengan berbagai pelatihan, seperti penulisan informasi dengan kalimat sederhana, pengunggahan gambar, foto dan infografis yang berkualitas.

Selain itu, para pengelola juga dibekali pemahaman mengakses informasi yang benar untuk mencegah kemungkinan terjadinya penyebaran berita bohong atau hoax.

“Pemuda memiliki semangat lebih untuk memajukan daerah, kami harapkan mereka mampu mengelola KIM menjadi lebih berkualitas dan menjadi salah satu media yang dipercaya dan bermanfaat untuk menggerakkan pembangunan desanya,” katanya. (Ant)