BERBAGI

KUDUS, Warta Nasional – Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, segera melakukan evaluasi terhadap penerima bantuan tunjangan untuk guru swasta sebesar Rp1 juta, guna memastikan bantuan tersebut benar-benar tepat sasaran.

Bupati Kudus Muhammad Tamzi mengatakan untuk mengevakuasi penerima bantuan benar-benar sebagai guru

“Kami memang menjadwalkan untuk mengevaluasi penerima bantuan tersebut. Apakah penerimanya benar-benar sebagai guru atau tidak,” katanya

Ia tidak menginginkan adanya guru slundupan atau bukan guru tetapi didaftarkan menerima bantuan sebagai guru.

Selain itu, dia juga berharap tidak ada laporan guru yang menerima bantuan sebesar Rp1 juta ternyata dipotong.

Dengan adanya bantuan tunjangan sebesar Rp1 juta tersebut, dia berharap, guru bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya sehingga bisa turut menjaga stabilitas inflasi di Kudus.

“Jangan dilupakan pula, bahwa bantuan tersebut juga bertujuan untuk mewujudkan tenaga pendidik yang berkualitas,” ujarnya.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, jumlah guru yang menerima tunjangan berjumlah 10.885 guru.

Kalaupun masih ada guru yang belum terakomodir, akan diusulkan lewat APBD Perubahan 2019.

Dari 10.885 orang yang mendapatkan tunjangan, meliputi guru madrasah diniyah, guru TPQ, guru swasta, dan diakonia. 

Adapun rinciannya, untuk guru swasta sebanyak 2.148 orang, tenaga honorer sebanyak 3.391 orang, guru TPQ sebanyak 3.047 orang, guru madrasah diniyah 2.148 orang dan dikonia sebanyak 62 orang.

Masing-masing penerima manfaat mendapatkan dana tunjangan sebesar Rp1 juta per bulan, sedangkan distribusi tunjangan dikoordinir oleh Bank Jateng Cabang Kudus selaku mitra Pemkab Kudus.  (Ant/WN)