BERBAGI
Pasar Manis Setelah Direvitalisasi/ foto: Ist

Purwokerto, Warta Nasional – Pasar Manis, pasar rakyat di kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah telah direvitalisasi oleh pemerintah.

Hasilnya, sekarang hilang kesan kumuh sebagaimana pernah disandangnya.

Bahkan, setelah menjalani revitalisasi, pengunjung Pasar Manis bisa berbelanja sambil mendorong troli layaknya di pasar modern.

Anggaran pembangunan Pasar Manis tahap pertama mencapai Rp10 miliar bersumber dari APBN, sedangkan tahap kedua sekitar Rp7 miliar. 

Kini, Pasar Manis terdiri atas dua lantai dengan luas lahan secara keseluruhan mencapai 2.992 meter persegi terlihat bersih dan rapi sehingga memberikan kenyamanan bagi pengunjung maupun pedagang.

Oleh karena itu, Kementerian Perdagangan pada 12 Maret 2019 memberikan anugerah berupa penghargaan pasar rakyat kepada Pasar Manis dalam kategori Pengelola Pasar Terbaik 1 Tingkat Nasional.

“Alhamdulillah Pasar Manis mendapat penghargaan dalam kategori Pengelola Pasar Terbaik 1 Tingkat Nasional,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Banyumas Yuniyanto.

Ia mengatakan penghargaan tersebut tidak lepas dari upaya Dinperindag Kabupaten Banyumas, khususnya Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Manis, dalam mengelola pasar rakyat tersebut supaya lebih bagus.

Pihaknya juga telah mengupayakan agar Pasar Manis memiliki sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) 8152:2015 sehingga semua yang akan dilakukan pengelola pasar rakyat itu harus sesuai dengan standar operasional prosedur.

“Harus sesuai dengan SOP, baik itu masalah kebersihan, pengamanan, zonasi para pedagang, kesehatan, dan sebagainya. Tentunya ini yang mendorong kami karena kami sudah SNI sehingga dalam pengelolaannya harus sesuai dengan SOP yang ada,” katanya.

Dengan adanya SNI, kondisi Pasar Manis terlihat bersih dan tidak seperti umumnya pasar rakyat. Lantai pasar selalu dibersihkan secara periodik sehingga tidak terlihat adanya tumpukan sampah.

Zonasi pedagang pun diatur sedemikian rupa dan dikelompokkan sesuai dengan jenis komoditas yang diperdagangkan sehingga memudahkan pengunjung mencari kebutuhannya.

Di Pasar Manis pun tidak ada kegiatan penyortiran, sehingga sayuran yang dijual sudah benar-benar berkualitas baik. Demikian pula di zona penjualan daging ayam, tidak ada aktivitas pemotongan dan pencabutan bulu sehingga terlihat lebih bersih.

“Kami mendorong beberapa hal, antara lain yang menyangkut SOP itu sendiri, baik itu dalam kaitanya dengan penataan pedagang, zonasi, kebersihan, keamanan, kenyamanan pedagang maupun pembeli, dan estetika atau keindahan pasar sehingga masyarakat senang berbelanja di pasar rakyat atau pasar tradisional,” tegas Yuniyanto.

Pihaknya juga sedang menyiapkan beberapa pasar tradisional lainnya agar bisa mendapatkan sertifikat SNI, antara lain Pasar Jatilawang dan Pasar Larangan Kembaran. (Ant/WN)