BERBAGI

Boyolali, Warta Nasional – Tradisi “Sedekah Gunung” yang digelar oleh masyarakat Lereng Gunung Merapi di Kecamatan Selo, setiap malam 1 Sura (kalender Jawa) nampaknya menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Masyarakat di Lereng Merapi selalu menggelar tradisi yang unik, yakni sedekah gunung dengan melarung kepala kerbau di puncak Gunung Merapi.

Tradisi larungan kepala kerbau merupakan sebuah kearifan local yang dilakukan masyarakat secara turun temurun. Kepala kerbau dan perlengkapan lainnya dibawa kirab ke Joglo 1 Desa Lencoh untuk didoakan.

Kegiatan upacara ritual tersebut selalu dihadiri ribuan warga  yang mengikuti prosesi hingga selesai. Kepala kerbau kemudian dilarungkan di puncak Merapi. Tradisi ini, sebagai wujud syukur warga atas limpahan hasil bumi dengan diberikan tanah yang subur.

Kepala Desa Lencoh Boyolali Sumardi mengatakan upacara ritual sedekah gunung sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat di lereng Merapi atas kesuburan tanah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa, sehingga masyarakat di lereng Merapi hidup sejahtera.

“Upacara sedekah Gunung  dengan  kepala kerbau ini,  merupakan peninggalan nenek moyang yang turun temurun berkembang hingga sekarang. Namun, pelaksanaan upacara tradisi dikemas bentuk pariwisata untuk menarik wisatawan,” Kata Sumardi. (Ant/WN)