BERBAGI
Wagub Taj Yasin dalam acara Sosialisasi dan Penyerahan Bantuan Insentif Pengajar Tahun 2019 di ruang utama sholat, Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Semarang, Jum’at (29/03). (Foto: Mila WN)

SEMARANG, Warta Nasional – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jateng dan Bank Jateng Syari’ah telah mencairkan dana bantuan insentif sebesar 205 Miliar untuk Guru Taman Pendidikan Qur’an (TPQ), Madrasah Diniyah (Madin) dan Pondok Pesantren di Jawa Tengah.

“Matursembah kepada kanwil, terima kasih yang sudah membantu untuk mencairkan dana sebanyak 205,5 M,” kata Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maemoen saat acara Sosialisasi dan Penyerahan Bantuan Insentif Pengajar Tahun 2019 di ruang utama sholat, Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Semarang, Jum’at (29/03).

Gus Yasin sapaan akrab Taj Yasin Maemon, menilai saat ini pengetahuan agama generasi bangsa sekarang semakin rendah, beberapa lembaga pendidikan seperti TPQ, Madin dan Ponpes yang semakin tidak berkembang. Hal itu dikarenakan jumlah murid yang semakin sedikit, kualitas pengajar yang semakin rendah, dan biaya pengajaran yang minim.

“Bagaimana anak-anak bangsa memipin bangsa, jika tidak mempunyai pengetahuan agama. Maka, Ini upaya kami berterimakasih kepada guru-guru agama,” katanya.

Lanjut Gus Yasin, menambahkan semakin maju bangsa ini tidak disertai dengan moral, untuk itu bisa berdampak pada jumlah murid yang semakin sedikit, kualitas pengajar yang semakin rendah.

Ditambahkan oleh Gus Yasin, setelah pencairan dana bantuan insentif, pendidikan dan pengajaran menjadi lebih berkualitas dan mampu menjadikan anak-anak dan putra-putrinya menjadi insan yang membanggakan.

“Setelah pembagian, saya berharap pendidikan lebih berkualitas lebih mampu putra puterinya menjadi insan-insan yang bisa dibanggakan,” pungkasnya. (WN-004)

Editor : Astrid Novia