BERBAGI
Foto: Ilustrasi

BOYOLALI, Warta Nasional – Pemerintah Kabupaten Boyolali, Jateng, bakal melaksanakan Pemilihan Kepada Desa (Pilkades) serentak 2019 pada Juni mendatang.

“Pilkades serentak di Boyolali Juni bakal diikuti sebanyak 229 desa, sedangkan Desember ada 11 desa, sehingga totalnya sebanyak 240 desa,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Boyolali, Purwanto, di Boyolali, Kamis (04/04/2019).

Menurut Purwanto, desa yang masa jabatan kepala desanya telah berakhir kini sudah membentuk panitia pilkades untuk persiapan menggelar pesta demokrasi tingkat desa itu.

“Dari 240 desa yang jabatan kades yang habis, 11 desa di antaranya berakhir pada bulan Desember mendatang,” ucap Purwanto.

Kabid Bina Pemerintah Desa (Pemdes) Dispermasdes Boyolali Candra Irawan menambahkan sesuai aturan, pemajuan waktu pelaksanaan Pilkades tidak boleh dari enam bulan.

Dari 229 desa yang menggelar Pilkades tahun ini, kata Irawan, sebagian besar masa jabatannya sudah habis pada tanggal 18 April 2019. Sedangkan, sisanya baru habis pada September mendatang.

Menurut dia, jika masa jabatan kades pada September tahun ini, maka pilkades dapat dimajukan. Karena tidak lebih dari 6 bulan.

Menurut dia, pelaksanaan pilkades serentak di Boyolali baru pertama kali dengan peserta sangat banyak dan menyeluruh di 22 kecamatan. Pilkades serentak ini, menggunakan dua cara, yakni “elektronik votting” (e-votting) dan manual seperti biasa.

Ada 62 desa yang tersebar di 22 kecamatan yang menggunakan sistim “e-votting”. Karena memang selain belum tercukupinya kebutuhan peralatan elektronik untuk e-votting, juga ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang belum mencukupi.

Menurut dia, desa lainnya pelaksanaan Pilkades masih menggunakan cara manual. Pihaknya juga belum menentukan desa mana saja yang menggunakan cara e-votting.

Pelaksanaan pilkades secara e-votting di Boyolali dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Jika pada pelaksanaan pilkades serentak pertama kali 2016, yang hanya diikuti 15 desa yang menggunakan e-votting.

“Kami tahun berikutnya hanya ada lima desa, 2018 tidak ada Pilkades, dan baru 2019 ini, diikuti 62 desa,” pungkasnya.

Pelaksanaan Pilkades Boyolali untuk Kecamatan Selo sebanyak 7 desa, Cemogo (13), Gladaksari (9), Ampel (9), Tamansari (10), Musuk (9), Teras (11), Boyolali Kota (6), Banyudono (13), Sawit (10), Sambi (11), Ngemplak (11), Simo (12), Nogosari (13), Andong (16), Klego (10), Wonosamodro (11), Karanggede (13), Kemusu (7), dan Juwangi (9). (Ant/WN)