BERBAGI
ilustrasi/istimewa

SEMARANG, Warta Nasional – Jajaran Dinas Kesehatan Jawa Tengah (Dinkes Jateng) memberdayakan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) untuk mengurangi jumlah penderita penyakit tidak menular yang tercatat masih cukup banyak.

Kepala Dinkes Jateng Yulianto Prabowo mengatakan, pihaknya akan berdayakan 5.488 posbindu di 35 kabupaten/kota.

“Kita berdayakan 5.488 posbindu yang tersebar di 35 kabupaten/kota untuk mengurangi penderita penyakit tidak menular sekaligus mencegah kematian fatal akibat dari kebiasaan hidup tidak sehat,” katanya, Kamis (04/04/2019) kemarin.

Yang termasuk penyakit tidak menular, antara lain diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, dan asma.

Ia menyebutkan jumlah posbindu terbanyak di Kabupaten Purworejo dengan 502 posbindu, sedangkan puskesmas yang melakukan deteksi dini penyakit tidak menular paling tinggi di Kabupaten Kebumen, Wonosobo, Sukoharjo, Karanganyar, Kota Semarang, Kota Magelang, Kota Surakarta, dan Kota Tegal.

Ia mengakui kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan secara rutin setiap enam bulan sekali masih rendah.

“Di samping itu juga, masyarakat juga sudah terbiasa mengonsumsi makanan cepat saji dan kurang berolahraga,” ujarnya.

Terkait dengan hal itu, Dinkes Jateng terus mengedukasi masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan di posbindu, salah satunya melalui pementasan kesenian ketoprak yang merupakan budaya masyarakat Jawa.

Ia berharap, sosialisasi terkait dengan posbindu melalui kesenian ketoprak dapat diterima masyarakat Jateng dan efektif mengurangi jumlah penderita penyakit tidak menular.

“Posbindu itu belum banyak yang tahu, masyarakat tahunya cuma posyandu. Padahal, posbindu juga penting untuk menjaga kesehatan bagi orang dewasa,”pungkasnya. (Ant/WN)