BERBAGI
Foto: Ilustrasi

MAGELANG, Warta Nasional – Universitas Tidar menggandeng empat sekolah di Kota Magelang, Jawa Tengah untuk pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2019 karena jumlah komputer di perguruan tinggi negeri tersebut masih belum memadai.

Wakil Rektor Bidang Akademik Untidar Magelang Noor Farid dalam keterangan tertulis yang diterima di Magelang, Senin, mengatakan empat sekolah tersebut, yakni SMA Negeri 1 Magelang, SMA Negeri 4 Magelang, SMK Negeri 1 Magelang, dan MAN 1 Kota Magelang.

“Jumlah komputer di Untidar masih terbatas maka itu kami bekerja sama dengan empat mitra sekolah di Kota Magelang,” ujar, Minggu (14/04/2019) kemarin.

Jumlah total komputer di lima lokasi UTBK 435 unit. Dalam satu hari dilaksanakan dua sesi ujian, yakni pagi dan siang. Total peserta UTBK Untidar dalam satu hari 870 orang.

Pelaksanaan UTBK resmi dimulai Sabtu (13/4) dan berakhir pada 26 Mei 2019. Ujian selama 10 hari pelaksanaan terdiri atas 20 sesi ujian.

UTBK dilaksanakan pada Sabtu dan Minggu agar tidak mengganggu kegiatan akademik di kampus dan sekolah. Jadwal UTBK sesi pagi dimulai pukul 07.30-11.45 WIB, sedangkan sesi siang pukul 12.30-16.45 WIB.

Total peserta yang memilih lokasi ujian di Pusat UTBK Untidar 8.700 orang.

“Kuota ini habis pada hari ke-3 hingga ke-4 pembukaan pendaftaran. Tingginya peminat memungkinkan tahun depan Untidar akan menggandeng lebih banyak mitra untuk meningkatkan kuota,” katanya.

Ia menyebut perbedaan paling terlihat dalam pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun ini adalah UTBK.

“Tidak ada lagi ujian menggunakan kertas semuanya menggunakan komputer dan hasilnya dapat dilihat 10 hari setelah pelaksanaan ujian. Nilai hasil UTBK inilah yang nantinya menjadi syarat wajib untuk mendaftar SBMPTN,” ungkapnya.

Saat ini, peserta UTBK dapat melakukan tes dua kali. Namun, saat pendaftaran UTBK hanya bisa menggunakan satu nilai dari hasil kedua tes tersebut.

Materi tes UTBK terdiri atas Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Potensi Akademik (TPA). TPS mengukur kemampuan kognitif yang dianggap penting untuk keberhasilan di sekolah formal, khususnya pendidikan tinggi, dengan materi ujian tentang kemampuan penalaran umum.

Kemampuan kuantitatif, pengetahuan dan pemahaman umum, serta kemampuan memahami bacaan dan menulis. Pada TPS, sebagian soal disajikan dalam Bahasa Inggris.

Tes Potensi Akademik untuk mengukur pengetahuan dan pemahaman keilmuan yang diajarkan di sekolah dan diperlukan untuk seseorang dapat berhasil dalam menempuh pendidikan tinggi.

Tes itu juga mengukur kemampuan kognitif yang terkait langsung dengan konten mata pelajaran yang dipelajari di sekolah dengan penekanan tes pada Higher Order Thinking Skills (HOTS). (Ant/WN)